JawaPos.com - Penghargaan Nobel 2026 diberikan kepada sejumlah tokoh atas kontribusi mereka di bidang sains, sastra, dan perdamaian. Nama-nama penerima penghargaan tersebut mencakup ilmuwan, penulis, serta pakar hukum internasional dari berbagai negara.
Dilansir dari situs resmi Nobel Prize pada (12/10), pengumuman penerima Nobel 2026 dilakukan secara bertahap pada Oktober. Sejumlah nama yang masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini adalah Francis Halzen, Peter Hegemann, Karl Deisseroth, Georg Nagel, Henri B. Kagan, Kenso Soai, Anne Carson, dan Navanethem "Navi" Pillay.
1. Francis Halzen - Nobel Fisika
Francis Halzen menerima Nobel Fisika 2026 atas kontribusinya dalam penelitian neutrino berenergi tinggi melalui observatorium IceCube. Penelitian tersebut membantu ilmuwan mempelajari partikel neutrino yang berasal dari sumber astrofisika dan memperluas pemahaman mengenai alam semesta.
2. Peter Hegemann, Karl Deisseroth, dan Georg Nagel - Nobel Fisiologi atau Kedokteran
Peter Hegemann, Karl Deisseroth, dan Georg Nagel menerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 atas penemuan terkait kanal ion yang diaktifkan cahaya dan kontribusi mereka dalam pengembangan optogenetika, teknik yang memungkinkan aktivitas sel saraf dikendalikan menggunakan cahaya sehingga membantu penelitian mengenai fungsi otak dan sistem saraf.
3. Henri B. Kagan dan Kenso Soai - Nobel Kimia
Henri B. Kagan dan Kenso Soai menjadi penerima Nobel Kimia 2026 atas kontribusi mereka atas penemuan efek nonlinier dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris. Bidang tersebut berkaitan dengan pembentukan molekul yang memiliki struktur tiga dimensi tertentu yang penting dalam sintesis senyawa kimia.
4. Anne Carson - Nobel Sastra
Anne Carson menerima Nobel Sastra 2026 atas karya-karyanya yang dikenal menggabungkan puisi, esai, dan kajian sastra klasik. Karya penulis asal Kanada tersebut menghadirkan pendekatan eksperimental dalam sastra kontemporer sekaligus membangun dialog dengan tradisi klasik.
5. Navanethem "Navi" Pillay - Nobel Perdamaian
Navanethem "Navi" Pillay menerima Nobel Perdamaian 2026 atas kontribusinya dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM), keadilan internasional, dan pertanggungjawaban atas kejahatan berat.
Dilansir dari United Nation News pada Senin (12/10), Navi Pillay pernah menjabat sebagai Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk HAM pada 2008-2014. Ia juga pernah menjadi hakim di pengadilan kriminal internasional untuk Rwanda dan terlibat dalam pengembangan hukum internasional terkait kekerasan seksual dalam konflik.
Navi Pillay turut memimpin Komisi Penyelidikan Independen PBB yang menyelidiki situasi di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel. Komisi tersebut menerbitkan laporan pada 2025 yang menyimpulkan bahwa tindakan Israel di Jalur Gaza merupakan genosida, sementara Israel membantah tuduhan tersebut.
Pemberian Nobel kepada para penerima tahun ini menunjukkan luasnya bidang kontribusi yang mendapat pengakuan internasional, mulai dari penelitian ilmiah hingga perjuangan menegakkan keadilan dan perdamaian.