Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 13.26 WIB

Pahala Puasa Dzulhijjah Melebihi Jihad Fi Sabilillah

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik) - Image

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik)

JawaPos.com - Melaksanakan ibadah puasa Dzulhijjah memiliki pahala yang sangat besar. Oleh sebab itu, bagi yang memiliki kesempatan untuk melaksanakan puasa ini, sebaiknya kita melaksanakannya untuk tujuan mencari ridha Allah SWT.

Puasa Dzulhijjah memiliki pahala besar dan termasuk dalam bulan-bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum).

Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bârî, sebagaimana dilansir dari NU Online, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sangat istimewa karena pada momen tersebut berkumpul ibadah-ibadah utama. Yaitu ibadah sholat, puasa, sedekah, dan haji. Hal itu tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya.

Saking besarnya pahala melaksanakan puasa pada bulan Dzulhijjah, Rasulullah dalam sebuah hadist menyatakan pahala dan keutamaannya sampai melebihi orang yang melakukan jihad fi sabilillah. Berikut hadistnya:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya: “Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.’”

Pada hadist lain, Rasulullah bersabda tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk melaksanakan ibadah selain pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Satu hari berpuasa pada 10 hari bulan Dzulhijjah pahalanya setara dengan satu tahun melaksanakan puasa sunnah. Satu malam melaksanakan sholat pada 10 hari bulan Dzulhijjah, pahalanya setara dengan melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar.

Melaksanakan puasa pada bulan Dzulhijjah terutama pada tanggal 9 atau puasa Arafah, dijanjikan dosa-dosa kecilnya akan dihapus selama 2 tahun. Berikut hadistnya:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Selain itu, termasuk keutamaan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau hari Arafah, Allah akan membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: "Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak dari pada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?'” (HR Muslim).

Menariknya, bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadhan, dapat menggantinya pada bulan Dzulhijjah dan akan mendapatkan pahala keduanya. Pahala mengganti puasa bulan Ramadhan yang ditinggalkan dan juga mendapatkan pahala puasa pada bulan Dzulhijjah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore