
Wasekjen PBNU KH. Macshoem Faqih mengingatkan pentingnya makna di balik pelaksanaan ibadah kurban yang terjadi di tengah krisi kemanusiaan di berbagai belahan dunia. (PBNU)
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU KH. Macshoem Faqih menyampaikan bahwa kondisi itu tidak lepas dari konflik panas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang tidak kunjung usai. Masyarakat kecil, kata dia, terdampak karena tekanan terhadap ekonomi membuat harga-harga kebutuhan pokok naik.
”Saat gema takbir berkumandan (nanti), dunia justru sedang dipenuhi kabar tentang perang, ketegangan politik, dan krisis kemanusiaan yang belum juga reda,” ungkap KH. Macshoem dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Minggu (24/5).
Ulama yang juga bagian dari Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan Tuban itu mengungkapkan, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan dan penyembelihan kurban, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai kesabaran, ketaatan, dan pengorbanan di tengah dunia yang semakin individualistis.
Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Macshoem tersebut, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail di balik pelaksanaan kurban berisi pesan universal. Yakni tentang cara manusia menjaga kemanusiaannya ketika menghadapi ujian hidup berat yang tidak mudah.
”Kesabaran yang diajarkan Idul Adha bukan menyerah tanpa usaha, tetapi kemampuan menjaga arah hidup ketika keadaan terasa berat,” ujarnya.
Diakui oleh Gus Macshoem, tekanan hidup modern membuat banyak orang mudah marah, mudah putus asa, dan kehilangan ketenangan. Menurut dia, media sosial (medsos) ikut memperlihatkan bagaimana manusia saat ini mudah terjebak dalam pertengkaran dan kemarahan. Padahal kesabaran adalah kekuatan.
”Menjaga manusia tetap berpikir jernih ketika emosi sedang penuh,” terang dia.
Dalam keterangan yang sama, Gus Macshoem menegaskan, Idul Adha juga mengajarkan pentingnya ketaatan di tengah budaya instan yang mendorong manusia mengejar keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan nilai kejujuran dan amanah.
Dengan kondisi dunia saat ini, ujian ketaatan muncul dalam kehidupan sehari-hari. Mulai godaan berbuat curang, mengabaikan tanggung jawab, sampai memilih keuntungan sesaat meskipun merugikan orang lain. Karena itu, dia mengingatkan bahwa iman tidak cukup berhenti pada simbol dan ucapan, tetapi harus tercermin dalam sikap hidup yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Untuk itu, Gus Macshoem mengingatkan kembali pentingnya nilai pengorbanan yang terkandung dalam pelaksanaan kurban. Bahwa pengorbanan tidak selalu berbentuk besar, melainkan juga bisa diwujudkan melalui kepedulian sosial, membantu sesama, dan menjaga perasaan orang lain di tengah kehidupan yang semakin keras.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
