Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juli 2022 | 02.56 WIB

Difabis Coffee & Tea: Tempat Nongkrong di SCBD yang Berdayakan Difabel

Exif_JPEG_420 - Image

Exif_JPEG_420

JawaPos.com – Atin, 38, terlihat begitu sigap berjalan ke sana dan ke mari meski bagian kanan tubuhnya mesti ditopang penyangga. Perempuan murah senyum itu adalah seorang tunadaksa yang berjualan kue di gerai Difabis Coffee & Tea, Terowongan Kendal, Jakarta Pusat.

Gerai ini diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam beberapa kunjungannya ke kawasan Sudirman, Anies juga seringkali mengajak tamunya ke gerai kopi disabilitas ini.

“Pak Anies jajannya tuh di kopi. Dari dulu kopi. Sampe empat kali. Kalo ada tamu kenegaraan pasti ke sini,” jelasnya (21/7).

Terbaru, Anies mengajak Wakil Presiden Bank Uni Eropa Kris Peeters dan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket untuk ngopi di Gerai Difabis Coffee & Tea.

“Kita juga nggak tahu apa spesialnya kopi kita kok sering bawa tamu ke sini,” kata Atin malu-malu.

Ada dua gerai yang didirikan di Terowongan Kendal tersebut. Atin menjaga stand yang menjual berbagai macam kue, sedangkan gerai satunya lagi menjual kopi. Peramu kopinya adalah penyandang disabilitas tunarungu. Jadi, saat akan memesan, pembeli hanya perlu menunjuk pesanannya dari menu yang sudah tersedia.

Selain itu, pembeli juga dapat mencoba menggunakan bahasa isyarat untuk memesan. Cara menggunakan bahasa isyarat ditunjukkan melalui stand banner yang berdiri di samping kanan kedai kopi.

Atin mengaku sudah satu tahun lebih berjualan di kawasan Terowongan Kendal. Ia dan temannya yang tunarungu diberi modal oleh Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta untuk berjualan. Menurutnya, sistem pemberian modal usaha oleh Bazis kepada para penyandang disabilitas sudah tepat dan perlu diapresiasi.

“Jadi sistemnya kalo kita dikasih modal uang itu kan malah bisa habis,” tuturnya.

Hingga kini, Atin mengaku pendapatan jualan kuenya sudah lumayan besar. Ada banyak karyawan kantor yang membeli kue di tempatnya dan kopi di kedai temannya. Namun, ia mengaku keramaian anak-anak SCBD yang sering nongkrong di kawasan Dukuh Atas tak berdampak terlalu besar pada penghasilannya. “Anak SCBD jarang, paling satu dua. Mereka lebih sering beli makanan dari luar,” sesalnya.

Keunikan gerai Difabis Coffee & Tea tidak hanya terletak pada penjualnya yang memberdayakan kaum difabel. Atin dan temannya juga menyediakan ruang untuk orang berbagi di kedainya. Caranya adalah dengan orang membeli dua kue. Satu kue diambil pembeli, sedangkan satu kue lainnya untuk dibagi.

Untuk memastikan kue itu benar-benar dibagikan, pembeli akan mendapat magnet berbentuk kue yang harus ditempelkan di papan yang sudah disediakan. Kemudian magnet itu akan diambil oleh siapapun yang membutuhkan dan ditukar dengan kue betulan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore