
WARNA VIOLET: Granat asap dan puluhan butir yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi. (SATPOL PP BEKASI UNTUK RADAR BEKASI)
JawaPos.com - Penemuan granat juga terjadi di Bekasi. Selasa (27/9) lalu sebuah granat asap dan puluhan butir peluru ditemukan di rumah di Jalan Kemang Sari II, Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi. Kasus tersebut kini ditangani TNI-AU. Sebab, pemilik barang berbahaya itu diduga purnawirawan TNI-AU yang meninggal pada 2021.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan, rumah tersebut milik warga yang disewakan. Salah seorang penyewa rumah itu bernama Harun Al Rasyid. Dia pernah berdinas di TNI-AU dengan pangkat terakhir di level perwira menengah.
Menurut Indan, rumah tersebut biasa ditempati asisten rumah tangga atau pembantu Harun. ”Di rumah itu yang bersangkutan juga menyimpan barang-barangnya sejak 2009,” jelasnya. Indan memastikan bahwa Harun sudah purnatugas sejak 22 tahun lalu dan meninggal dunia pada 2021.
Indan menyatakan, instansinya sudah bergerak sejak mendapat informasi penemuan granat itu. ”Terkait penemuan granat asap dan peluru di rumah tersebut, saat ini sedang dilakukan penyelidikan asal usulnya oleh TNI-AU,” ungkap jenderal bintang satu tersebut.
Sementara itu, Radar Bekasi melaporkan, keluarga pemilik kontrakan di Bekasi panik setelah menemukan granat asap dan amunisi. Barang tersebut ditemukan di dalam laci lemari bekas alas kompor di bagian belakang rumah kontrakan yang sudah beberapa waktu ini tidak dihuni. Barang-barang itu kini diamankan tim gegana.
Penemuan granat asap dan amunisi tersebut berawal saat keluarga pemilik tengah bersih-bersih kontrakan sekitar pukul 17.00 WIB. Semula anak pemilik kontrakan, Santi Kurniawati, 36, tidak tahu benda berwarna hijau dan berpelatuk itu adalah granat asap. Dia kemudian melaporkan penemuan barang tersebut kepada ibunya. Lalu dilanjutkan melapor kepada kepolisian. Granat asap yang dia lihat masih dalam keadaan baik. Sedangkan sebagian peluru sudah berkarat. ”Kurang lebih ada 90 butir peluru dan satu granat. Nemu di laci lemari bekas tatakan kompor,” katanya kepada Radar Bekasi Selasa lalu.
Keluarga pemilik kontrakan membenarkan bahwa rumah itu pernah disewa seorang purnawirawan TNI. ”Dia menyewa sejak 2008 atau 2009 silam,” katanya. Setelah penyewa meninggal dunia pada 2021, barang-barang penghuni yang akrab mereka sapa dengan panggilan eyang itu dibawa anaknya.
Sosok eyang tersebut jarang tinggal di rumah yang dia sewa. Tempat itu dihuni pembantunya. Eyang hanya beberapa kali datang untuk bersilaturahmi. ”Terus, pas orangnya meninggal, barangnya dibawa. Itunya (amunisi dan granat, Red) ketinggalan,” tambahnya. Santi dan keluarga sudah mencoba menghubungi kerabat eyang. Namun, sampai kemarin belum ada jawaban.
Photo
WARNA VIOLET: Granat asap dan puluhan butir yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi. (SATPOL PP BEKASI UNTUK RADAR BEKASI)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
