Polres Metro Jakpus menunjukkan dokter PPDS UI yang merekam mahasiswi mandi lewat ventilasi. (Polres Metro Jakpus)
JawaPos.com – Seorang dokter gigi yang tengah menempuh pendidikan spesialis di Universitas Indonesia (UI), M. Azwindar Eka Satria (MAES), 39, kini harus tinggal di balik jeruji besi setelah aksi mesumnya terbongkar. Ia kepergok merekam mahasiswi berinisial SSS, 22, saat mandi melalui ventilasi kamar mandi.
Rekaman video berdurasi delapan detik ditemukan tersimpan di galeri handphonenya. Video itu pun menjadi salah satu bukti aksi bejatnya itu.
Drg Azwindar pun resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat. Aksinya terungkap setelah korban, yang tinggal di kos-kosan sebelah pelaku di kawasan Percetakan Negara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melaporkan kejadian tak senonoh tersebut.
“Terhadap pelaku inisial MAES, profesi seorang dokter gigi yang saat ini sedang mengikuti program dokter spesialis. Yang mana pelaku MAES ini sudah berkeluarga,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus dalam konferensi pers, Senin (21/4).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/4) sekitar pukul 18.12 WIB. Pelaku mengaku nekat merekam karena mendengar suara air dari kamar mandi sebelah. Saat itu, ia sedang Long Distance Relationship (LDR) dari istri, karena tengah fokus pada pendidikan spesialisnya.
“Pelaku MAES ini mendengar orang mandi. Kemudian pelaku MAES iseng dengan mengambil handphone pelaku dan memanjat kamar mandi korban, dan melakukan rekaman ketika saat itu korban setelah mandi, namun masih terlihat oleh pelaku dan dengan cara merekam dengan durasi delapan detik dengan menggunakan handphone pelaku,” jelas Firdaus.
Aksi bejat tersebut langsung diketahui korban, yang tanpa pikir panjang melaporkannya ke polisi dengan didampingi sejumlah rekan. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.
Tak hanya video, polisi juga menyita handuk korban dan ponsel pelaku sebagai barang bukti. Kepada penyidik, pelaku berdalih baru sekali melakukan aksi itu dan video tersebut hanya untuk ditonton sendiri, bukan untuk disebarluaskan.
“Pelaku tinggal di situ sudah delapan bulan dan tidak kenal dengan korban dan tidak pernah berinteraksi,” terangnya.
Drg Azwindar juga mengaku khilaf melakukan aksi bejatnya itu. Ia menyebut lubang ventilasi yang digunakannya untuk mengintip sudah ada sejak pertama kali ia tinggal di kos tersebut.
“Kalau lubang ventilasi sudah ada sejak saya masuk,” ucap drg Azwindar

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
