
Kemacetan horor yang kerap di kawasan Parung Panjang Bogor kini tak lagi dirasakan warga usai aktivitas tambang ditutup sementara oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Penghentian sementara aktivitas pertambangan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin di Kabupaten Bogor langsung terasa manfaatnya bagi banyak orang.
Mereka tidak khawatir lagi untuk berkendara di jalan utama Parung Panjang dan sekitarnya. Selain itu, masalah menahun soal kemacetan tidak ada lagi, yang biasanya kerap terjadi imbas truk-truk tambang yang melintas tak mengenal waktu.
Salah satu manfaat dihentikannya aktivitas pertambangan sementara oleh KDM dirasakan oleh sopir mobil ambulans.
Melalui video di akun Instagram gamparofficial1, salah satu driver mobil ambulans mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi.
"Sejak tambang ditutup sementara, kami bisa mengantarkan pasien dengan baik. tidak pernah lagi terjebak di tengah-tengah keramaian truk tambang," kata sopir ambulans yang tak disebutkan namanya itu.
Dia pun secara tegas menyatakan mendukung penuh langkah KDM untuk menertibkan perusahaan pertambangan dan truk-truk tambang yang telah merugikan masyarakat luas.
"Kami dari pihak ambulans dan rekan-rekan sangat berterima kasih dan mendukung kebijakan KDM," tegasnya.
Penghentian sementara aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin juga dirasakan manfaatnya oleh Syaeful, salah satu warga.
Dia mengaku bisa cepat sampai ke kantornya di BSD saat berangkat kerja setelah tidak ada truk-truk tambang.
"Biasanya selalu ada kemacetan pas berangkat atau pulang kerja.Tapi setelah dihentikan, jalanan jadi nggak macet. Jadi kita sebagai warga merasa aman dan nyaman," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bahwa dirinya tidak akan membiarkan truk tambang melintasi jalan provinsi di Parung Panjang dan sekitarnya.
"Ke depannya, saya jamin tidak ada lagi mobil tambang yang lewat di jalan yang seharusnya digunakan oleh masyarakat. Jalan yang dibangun Pemprov itu untuk warga, bukan untuk tambang," kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Larangan truk tambang melintas di jalan utama Parung Panjang itu bukan tanpa alasan. Menurut KDM, sudah seharusnya jalan provinsi tidak boleh dilewati oleh truk tambang yang bobotnya mencapai puluhan ton. Itu tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan untuk jalan provinsi.
"Kapasitas jalan provinsi hanya sekitar 10 ton. Sedangkan kendaraan tambang 45-50 ton, nggak mungkin," papar Dedi Mulyadi.
KDM meminta para pengusaha yang telah mengeruk keuntungan sangat besar dari pertambangan puluhan tahun di Parung Panjang dan sekitarnya untuk membangun jalur tambang sendiri. Lahannya bisa difasilitasi oleh Pemkab Bogor atau Pemprov Jawa Barat.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
