
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan bahwa kendaraan bermuatan secara tonase tidak boleh melebihi spesifikasi jalan yang telah ditetapkan.
Pemprov Jabar memastikan tegas dan saklek dalam aturan ini, dan tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Termasuk oleh truk-truk tronton yang selama ini selalu melintas di Parung Panjang dan sekitarnya.
"Kalau mobil melewati batas tonase yang ditentukan, maka jalannya akan cepat rusak. Dana yang terkumpul akan kembali lagi ke perbaikan jalan," kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggahnya di Instagram.
KDM tidak ingin dana APBD hanya dihabiskan untuk biaya perbaikan jalan secara terus menerus.
Karena jika hal ini terjadi, maka program-program lain yang sifatnya punya dampak besar untuk jangka panjang tidak akan dapat tersentuh dengan baik.
"Kita tidak punya kesempatan untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan," ungkap KDM.
Ia juga menegaskan pihak pemenang tender yang dipercaya oleh pemerintah kabupaten dan Pemprov Jawa Barat untuk melakukan perbaikan jalan, harus membangun jalan sesuai yang telah direncanakan dan tidak boleh ada yang disunat.
"Kualitas pembangunan irigasi harus baik berumur panjang, jalan harus berumur panjang. Caranya, para kontraktor harus mengerjakan sesuai dengan ketentuan, pekerjanya harus dibayar dengan baik, tidak boleh ada pemotongan (gaji). Tidak boleh dana menumpuk di satu golongan saja," tegas KDM.
Sebelumnya, KDM mengungkapkan keprihatinannya atas aktivitas tambang di Parung Panjang Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Bukan hanya soal kerusakan jalan akibat tonase berlebihan dari truk-truk tambang yang melintas, melainkan juga soal kesejahteraan masyarakat.
Dana besar yang mencapai ratusan miliar dari aktivitas pertambangan setiap tahunnya ternyata tidak mampu menyejahterakan warga di daerah Rumpin, Cigudeg dan Parung Panjang.
"Kalau bicara pertambangan, apakah pertambangan mensejahterakan rakyat sekitar ? Belajar dari kasus Rumpin, kasus Rengasjajar dan sekitarnya, kita bisa melihat bahwa aliran uang yang mencapai puluhan miliar setiap bulan dan bisa jadi ratusan miliar setiap tahunnya ternyata tidak bisa mendongkrak ekonomi warga sekitar," kata KDM dalam video yang diunggah di Instagram.
Bukti warga sekitar pertambangan tidak sejahtera, kata KDM, warga langsung berteriak tak bisa makan secara layak. Padahal aktivitas pertambangan di daerah Rumpin, Cigudeg, dan Parung Panjang baru ditutup sementara.
Lebih parahnya lagi, sejumlah warga di sekitar pertambangan pusing karena diuber-uber bank keliling seiring terhentinya pemasukan mereka akibat perusahaan-perusahaan tambang ditutup sementara.
"Infrastruktur di sekitar desanya hancur," kata Dedi Mulyadi prihatin.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
