Polsek Pesanggrahan berhasil mengamankan 46 pelajar dari berbagai SMP yang hendak melakukan tawuran. (istimewa).
JawaPos.com - Polsek Pesanggrahan berhasil mengamankan 46 pelajar dari berbagai SMP yang hendak melakukan tawuran. Kejadian ini bermula setelah adanya laporan dari warga.
Piket Pamapta segera bergerak cepat mengamankan tiga orang pelajar yang diduga sebagai provokator utama. Dari penangkapan tersebut, Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan melakukan pengembangan kasus hingga ke akar-akarnya. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan total 46 pelajar dari berbagai SMP di wilayah tersebut.
"Dari pengembangan tersebut didapatilah anak sejumlah 46. Total 46 itu dari berbagai SMP, ada beberapa SMP," ujar Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam.
Selain mengamankan para pelajar, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mistar besi, celurit (corbek), dan stick golf. Barang bukti ini diduga akan digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
Para pelajar tersebut diamankan di Polsek Pesanggrahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga melakukan penjemputan di sekolah dan rumah masing-masing pelajar.
"Para pelajar ini merencanakan aksi tawuran melalui media sosial, seperti DM Instagram dan WhatsApp. Mereka membuat janji untuk bertemu dan melakukan tawuran di lokasi yang telah disepakati," terang AKP Seala.
Terkait sanksi yang akan diberikan kepada 46 pelajar tersebut, polisi akan melakukan tindakan tegas. Salah satunya dengan memberikan pembinaan yang positif, seperti menyanyikan lagu untuk menguji kekompakan mereka.
Selain itu, para pelajar juga diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya dan meminta maaf kepada orang tua serta guru.
"Yang pasti kalau untuk sanksinya karena ini anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Kami juga melakukan tindakan diskresi," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa senjata tajam yang digunakan para pelajar tersebut didapatkan dengan cara membeli secara online dan antar teman. Ada yang membeli secara kolektif, ada juga yang membeli secara perorangan.
Sementara, Terkait dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP), bagi pelajar yang terbukti terlibat tawuran dan merupakan penerima KJP, maka KJP-nya akan dicabut sesuai dengan peraturan gubernur. Selain itu, pelajar tersebut juga dikenakan wajib lapor untuk memantau kegiatannya.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, terutama setelah pulang sekolah. Pastikan anak-anak benar-benar pulang ke rumah dan tidak berkeliaran di luar tanpa tujuan yang jelas.
"Ya harapan kami untuk orang tua, untuk guru, utamanya untuk orang tua ketika anak pulang sekolah, pastikan anaknya benar-benar pulang," ucap AKP Seala.
Polsek Pesanggrahan sendiri secara rutin melakukan kegiatan pencegahan tawuran, seperti kegiatan "Polisi Go To School" yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kenakalan remaja dan bahaya tawuran.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
