
Tiga pelaku peredaran obat keras tipe G di Jatiuwung, Kota Tangerang ditangkap. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi peredaran obat keras ilegal di wilayah Tangerang kembali dibongkar. Unit Reskrim Polsek Jatiuwung menggulung jaringan pengedar Tramadol dan Heximer di tiga lokasi berbeda pada Senin (22/12).
Tiga pria berinisial AS, 29, AA, 23,, dan S, 26, tak berkutik saat petugas meringkus mereka bersama ratusan butir barang bukti.
Keberhasilan ini berawal dari keresahan masyarakat di Kecamatan Cibodas yang melaporkan maraknya transaksi obat-obatan terlarang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin menerjunkan tim untuk melakukan pengintaian.
"Berdasarkan informasi masyarakat, anggota Unit Reskrim melakukan observasi dan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti obat keras daftar G," ujar Kompol Rabiin, Rabu (24/12).
Drama penangkapan dimulai pukul 19.30 WIB di sebuah SPBU di kawasan Taman Cibodas. Di sana, polisi mengamankan AS yang kedapatan membawa Tramadol di dalam tas hitamnya.
Tak berhenti di situ, polisi melakukan pengembangan cepat. Jejak AS mengarah ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Periuk milik AA. Di lokasi kedua ini, petugas kembali menemukan tumpukan obat keras.
Puncaknya, tim bergerak ke wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang, untuk menyasar rumah S yang diduga kuat sebagai pemasok utama. Benar saja, petugas menemukan 130 butir Tramadol siap edar di lokasi tersebut.
"Para pelaku mengakui memperoleh obat keras tersebut dari jaringan di luar wilayah Tangerang, yang saat ini masih dalam pencarian," tambah Kapolsek.
Dalam operasi ini, Polsek Jatiuwung mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:
- 130 butir Tramadol.
- 2 butir Heximer.
- 3 unit handphone milik pelaku.
- 2 unit sepeda motor sebagai sarana transaksi.
Kini, para pelaku tengah menjalani penyidikan intensif. Polisi juga tengah berkoordinasi dengan BPOM Serang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melengkapi berkas perkara.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap peredaran obat-obatan yang merusak generasi muda.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
