Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri penyerahan hibah aset Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) kepada pihak yayasan, Kamis (18/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan subsidi Transjakarta tahun 2026 mencapai Rp3,75 triliun. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 yang diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa anggaran jumbo ini akan difokuskan pada penyelesaian masalah-masalah krusial di Jakarta. Meskipun total nilai APBD 2026 sebesar Rp81,32 triliun, atau turun dibanding tahun sebelumnya, layanan publik tetap menjadi prioritas utama.
"APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta," ujar Gubernur Pramono, Sabtu (27/12).
Rincian Subsidi Transportasi Umum: Transjakarta Paling Besar
Untuk memastikan mobilitas warga tetap lancar dan terjangkau, Pemprov DKI mengucurkan dana jumbo melalui pos urusan perhubungan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi, merinci pembagian subsidi transportasi tahun 2026 tersebut.
"Subsidi Transjakarta sebesar Rp3,75 triliun, subsidi Bus Sekolah sebesar Rp105,38 miliar, subsidi MRT Jakarta sebesar Rp536,70 miliar," terangnya.
Sementara untuk Subsidi LRT Jakarta sebesar Rp325,28 miliar, subsidi Bus Sekolah: Rp105,38 miliar dan Layanan Kapal Perairan: Rp100,19 miliar.
Sejumlah mandatory spending berupa anggaran infrastruktur pelayanan publik dialokasikan sebesar 43,06% total belanja daerah diluar bantuan keuangan. Alokasi ini sudah melampaui ketentuan minimal.
"Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40%," ucapnya.
Pendidikan dan Kesehatan
Selain transportasi, pos anggaran pendidikan juga mendapatkan porsi besar senilai Rp19,75 triliun. Dana ini digunakan untuk membiayai sekolah swasta gratis (Rp282,46 miliar) hingga keberlanjutan KJP Plus (Rp3,25 triliun).
Di sektor kesehatan, dana dialokasikan untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp1,40 triliun dan pembangunan berbagai fasilitas kesehatan guna menjamin kesejahteraan warga.
Michael Rolandi memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD 2026 akan dikelola dengan hati-hati.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
