
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri penandatanganan kontrak jumbo senilai Rp2,62 triliun untuk Program Pengendalian Banjir dan Rob. (IST)
JawaPos.com-Dukungan Gubernur Jakarta, Pramono Anung terhadap Persija Jakarta tak lantas membuatnya disenangi semua pihak. Dirinya ternyata kerap dikritik juga karena langkahnya tersebut demi Macan Kemayoran. Pramono Anung memang jadi sosok penting di balik masifnya dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terhadap Persija.
Dia memberikan dukungan lewat sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkolaborasi dan jadi sponsor Macan Kemayoran. Selain itu, Pramono juga mengupayakan agar Persija tetap bermain di Jakarta.
Caranya dengan menggemakan frasa 'Jakarta Harus Lebih Persija' dan memaksimalkan Jakarta International Stadium sebagai rumah Macan Kemayoran. Klub kebanggaan The Jakmania itu jadi prioritas dalam penggunaan stadion. Pramono juga beberapa kali hadir langsung ke stadion saat Persija bermain kandang di Jakarta.
Bahkan ketika Macan Kemayoran memainkan laga tandang, dirinya kerap memberikan pernyataan atau dukungan moral ke tim. Sederet dukungan itu membuat Pramono dicintai The Jakmania. Tapi ternyata tidak semua pihak mendukung langkahnya.
Pria asal Kediri, Jawa Timur itu mengaku kerap mendapat kritik dari beberapa pihak.
Hal itu disampaikan Pramono dalam sambutannya saat menghadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2). "Bahkan saya sekarang ini dikritik dianggap Gubernur terlalu ngurusin Persija. Ya masa saya ngurus yang lain?" kata Pramono Anung. "Ya pasti Persija saya urusin. Kemarin kalah 2-0 lawan Arema aja enggak bisa tidur saya," tambahnya.
Saat Persija kalah dari Arema FC, Pramono Anung memang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dia jadi saksi kekalahan perdana Macan Kemayoran di laga kandang pada musim ini.
Bahkan, Pramono terkadang sampai merasa sebal jika bertemu Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno. Terutama saat Persija menderita kekalahan karena saking dirinya memikirkan Persija. "Saya kalau udah kalah Persija ketemu Diky Ketua Jakmania, aduh sebal banget itu," jelas dia. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
