
Pria di Cianjur tewas dianiaya pemilik kebun usai ambil 2 labu siam untuk buka puasa.
JawaPos.com - Hanya karena dua buah labu siam, sebuah nyawa melayang di Kecamatan Cugenang, Cianjur. Peristiwa tragis ini memicu keprihatinan mendalam setelah korban berinisial M, 56, tewas usai diduga dianiaya oleh penggarap kebun berinisial UA, 40.
Insiden bermula pada Sabtu (28/2) sore. Korban M diduga mengambil dua buah labu siam di kebun yang digarap pelaku. Tak disangka, tindakan tersebut memicu amarah hebat dari UA hingga berujung pada aksi kekerasan fisik yang brutal.
Kondisi kesehatan M terus merosot tajam pasca-kejadian. Setelah sempat menderita selama beberapa hari, korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (2/3).
Pengakuan Pilu Sang Adik: Demi Buka Puasa
Dikutip dari Radar Cianjur (JawaPos Group), adik korban, Cucum Suhenda, 50, membeberkan alasan menyedihkan di balik nekatnya korban mengambil sayuran tersebut. Ternyata, labu siam itu rencananya akan dijadikan santapan berbuka puasa di tengah himpitan ekonomi yang dialami.
"Korban memang kondisi ekonominya tidak mampu. Sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, kalau ada yang menyuruh baru kerja," ujar Cucum dikutip Rabu (4/3).
Cucum mengaku menyaksikan langsung saat kakaknya dihajar habis-habisan. Namun, ia tak kuasa berbuat banyak karena berada di bawah ancaman.
"Saya sempat melerai, tapi tidak bisa berbuat banyak karena pelaku membabi buta. Saya juga takut diintimidasi," katanya.
Kondisi Korban: Muntah Darah dan Tak Mampu Berobat
Dampak penganiayaan tersebut sangat fatal. Sehari setelah kejadian, korban mulai mengeluh pusing hebat bahkan mengalami muntah darah. Mirisnya, keluarga tidak memiliki biaya sedikit pun untuk membawa M ke rumah sakit.
"Kita tidak sanggup membawa korban untuk berobat untuk kebutuhan sehari haripun, istilahnya cukup sulit. Memang ini sudah suratan takdir tapi kita ingin keadilan," ungkap Cucum dengan nada getir.
Menuntut Keadilan di Tengah Kemiskinan
Keluarga kini hanya bisa meratapi nasib. Jangankan untuk memproses hukum, biaya untuk pemakaman korban pun mereka tidak punya. Meski korban meninggalkan dua anak yang sudah dewasa, kondisi finansial keluarga ini memang sangat memprihatinkan.
"Saya ingin ada keadilan bagi korban, karena ini sudah penganiayaan sampai meninggal dunia. Bahkan keluarga juga bingung, untuk biaya pemakaman saja tidak ada," tutur Cucum.
Saat ini, kasus penganiayaan maut ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Petugas tengah mendalami kronologi lengkap serta motif pelaku untuk memastikan proses hukum berjalan seadil-adilnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
