Rekaman CCTV kejadian pemukulan terhadap petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). (Antara)
JawaPos.com - Identitas pelaku penganiayaan petugas SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) pelan-pelan terungkap. Polisi memastikan yang bersangkutan bukan aparat dari. Pria berinisial JMH itu tercatat sebagai karyawan swasta. Saat melakukan penganiayaan, dia berada di bawah pengaruh narkoba.
Kapolres Metro Jaktim Kombes Alfian Nurrizal menyampaikan bahwa pelaku sudah menjalani tes urine. Hasil tes urine itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan positif mengonsumsi narkoba. Pihak kepolisian memutuskan melakukan tes urine karena JMH tidak bisa menjawab pertanyaan petugas dengan baik.
”Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja,” ungkap Kombes Alfian dikutip dari akun Instagram resminya pada Rabu (25/2).
Berdasar hasil penelusuran polisi, JMH adalah karyawan swasta. Dia bekerja di salah satu penyedia jasa rental mobil. Sehingga dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan aparat kepolisian sebagaimana sempat tersirat saat dirinya melakukan tindakan penganiayaan dengan membawa nama jenderal dan kapolda.
Saat kejadian, JMH memakai Toyota Vellfire hitam dengan pelat nomor L-1-XD. Belakangan diketahui bahwa plat tersebut bodong. Meski sudah diingatkan oleh petugas SPBU, yang bersangkutan tetap ngotot mengisi bensin Pertalite untuk mobil mewah tersebut.
”Dia bilang, kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal? Berkali-kali dia ngomong begitu,” ucap korban penganiayaan bernama Lukman Hakim pada Senin lalu.
Lukman menyatakan bahwa dugaan pria tersebut adalah aparat muncul dari pengakuannya sendiri yang terus menyebut jabatan tinggi di kepolisian. Ucapan tersebut disampaikan saat terjadi perdebatan terkait ketidaksesuaian barcode pembelian BBM.
Saat itu, Lukman mengaku kaget sekaligus takut. Mengingat JHM terus menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian. Perdebatan dengan pelaku penganiayaan itu pun sempat memantik perhatian dari masyarakat lain yang hendak mengisi BBM di SPBU tersebut.
”Takutnya dia benar aparat atau bawa senjata api. Jadi, kami tidak berani melawan,” ujarnya.
Tindakan yang dilakukan oleh JMH terekam dalam salah satu video yang beredar luas. Dalam video itu memang terdengar jelas yang bersangkutan membawa-bawa jabatan kapolda saat memarahi petugas. Namun demikian, kini sudah dipastikan yang bersangkutan bukan polisi atau pejabat di kepolisian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
