
rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuterline memasuki peron Stasiun.
JawaPos.com - KAI Commuter buka suara terkait dugaan tindak kekerasan seksual yang terjadi di dalam gerbong Commuter Line pada Senin (9/3) pagi. Tak main-main, pelaku yang teridentifikasi dipastikan akan masuk daftar hitam (blacklist) dan dilarang naik KRL selamanya.
Kasus ini mencuat setelah laporan masuk mengenai insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Menanggapi hal tersebut, Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menegaskan bahwa pihaknya berdiri bersama korban.
Untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal, KAI Commuter kini mengandalkan teknologi canggih. Petugas sedang menyisir rekaman untuk memasukkan identitas pelaku ke dalam sistem deteksi wajah.
"Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban, untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas," jelas Leza.
Langkah KAI Commuter tidak berhenti pada pengejaran pelaku saja. Pihak manajemen berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga ke meja hijau dan memastikan kondisi mental korban tetap terjaga.
"KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada korban secara psikologis, untuk menguatkan korban," tambahnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dari komitmen layanan prima dan pemberian rasa aman bagi jutaan penumpang KRL setiap harinya. KAI Commuter memastikan akan terus berpihak pada korban dalam setiap kasus kriminalitas yang terjadi di lingkungan stasiun maupun di atas kereta.
Keamanan di transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, penumpang diharapkan tidak ragu untuk bertindak jika melihat atau mengalami kejadian serupa.
"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak, berani speak up atau dapat melaporkan segala bentuk kekerasan seksual kepada petugas, melalui call center 021-121, maupun media sosial resmi KAI Commuter," imbuh Leza.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
