
Warga Kalianyar Tambora protes tolak jalan dijadikan tempat penampungan sampah sementara. (Istimewa)
JawaPos.com - Masalah tumpukan sampah di kawasan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, akhirnya mendapat respons dari pihak kecamatan. Camat Tambora, Pangestu Aji, buka suara terkait desakan warga yang meminta pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) resmi agar sampah tidak lagi meluber ke bahu jalan.
Keinginan warga agar memiliki TPS yang layak terbentur pada masalah klasik yakni keterbatasan lahan. Pangestu Aji mengakui bahwa wilayah Kalianyar sangat padat dan hampir tidak memiliki aset tanah kosong milik pemerintah yang bisa dialihfungsikan.
"Memang kita di Kalianyar itu tidak ada lahan. Sekalinya ada lahan, sudah digunakan untuk sarana olahraga seperti lapangan, jadi tidak bisa dimanfaatkan. Gedung aset juga tidak tersedia," ujar Pangestu, Selasa (31/3).
Karena pembangunan TPS baru belum memungkinkan secara teknis, pihak kecamatan mulai melirik opsi pengelolaan sampah organik langsung di lokasi. Rencananya, lahan taman akan dimanfaatkan sementara sebagai tempat pengolahan.
"Kalau memungkinkan dari Pertamanan, kita bisa gunakan sementara untuk sampah organik. Nanti dibuat lubang, ditimbun, dan dalam sekitar tujuh hari bisa jadi kompos," jelasnya.
Untuk sampah non-organik seperti botol plastik, warga didorong untuk lebih aktif memanfaatkan bank sampah atau mendaur ulangnya menjadi barang bernilai ekonomis.
Ternyata 70 Persen Sampah Berasal dari Konveksi
Satu fakta mengejutkan terungkap dari data Dinas Lingkungan Hidup (LH). Ternyata, mayoritas sampah yang menumpuk di Tambora bukanlah sampah rumah tangga, melainkan limbah industri rumahan.
"Ini yang perlu jadi perhatian bersama. Selama ini warga hanya fokus pada sampah rumah tangga, padahal sebagian besar berasal dari sisa produksi konveksi. Harus ada pengawasan dan tanggung jawab dari pelaku usaha," tegas Pangestu.
Diketahui, residu konveksi menyumbang sekitar 70 persen volume sampah, sementara sampah domestik hanya 30 persen.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
