
Salah satu titik reklame film "Aku Harus Mati" yang diturunkan Satpol PP Jakarta (X Yustinus Prastowo)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, angkat bicara terkait penurunan baliho film “Aku Harus Mati” yang dinilai sensitif bagi masyarakat, terutama bagi pengidap depresi dan gangguan kejiwaan.
Menurutnya, pemasangan materi iklan yang sensitif tidak boleh terulang kembali karena dapat mengganggu masyarakat.
“Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta terkait hal tersebut.
Tak hanya itu, Pramono mengatakan dirinya sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menurunkan baliho tersebut.
“Saya sudah mendapatkan laporan dari wakil koordinator staf khusus dan Kepala Dinas Diskominfotik. Kemudian di lapangannya kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP, termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro reklame yang menayangkan iklan tersebut. Hasilnya, billboard film tersebut diturunkan.
Produser film "Aku Harus Mati" Iwet Ramadhan memberikan klarifikasi penurunan materi iklan tersebut bukan karena adanya tekanan namun memang sudah sesuai dengan jadwal strategi pemasaran yang telah disusun.
Meskipun billboard tersebut menuai respons beragam, pihak rumah produksi menegaskan bahwa mereka tetap memegang teguh aturan yang berlaku.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
