
Jumpa pers film Aku Harus Mati. (istimewa)
JawaPos.com - Di era media sosial seperti sekarang, flexing kerap dianggap sebagai tolok ukur kesuksesan seseorang. Banyak dari kita akhirnya terjerat utang demi menuruti ego, nafsu, dan ambisi diri, sampai melupakan konsekuensi yang harus dibayar.
Film 'Aku Harus Mati' menghadirkan cerita yang tidak hanya mengerikan, namun juga sarat akan refleksi diri bagi para penonton tentang betapa berbahayanya ambisi dan mengikuti nafsu.
“Di era modern, banyak orang merasa harus terlihat berhasil dan diakui oleh lingkungan. Tekanan itu kadang membuat seseorang tergoda mencari cara instan untuk mencapai kesuksesan," kata Irsan Yapto selaku Executive Producer di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (26/3).
"Film Aku Harus Mati akan mengajak kita untuk berpikir, apakah mereka yang rajin flexing di media sosial, murni sukses hasil kerja keras atau malah hasil pesugihan?," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Hestu Saputra selaku sutradara film Aku Harus Mati. Menurutnya, film garapannya tersebut ingin menghadirkan perenungan tentang ambisi dan kebutuhan akan validasi bisa membuat orang jadi kehilangan fitrahnya sebagai manusia yang memiliki dimensi spitualitas dan nilai-nilai ketuhanan.
“Film ini menjadi pengingat bahwa keindahan dunia sering kali menipu. Ketahuilah bahwa kesuksesan sejati seharusnya datang dari proses kerja keras dan integritas, bukan dari jalan pintas yang pada akhirnya bisa menghancurkan diri sendiri dan orang sekitar,”tegas Hestu Saputra.
Film Aku Harus Mati menceritakan tentang Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terlena akan validasi setelah mencicipi kehidupan glamor di kota besar.
Hal itu membuat Mala sampai terjebak dalam utang dan dikejar-kejar debt collector. Dia pun terpaksa bersembunyi melarikan diri dari kejaran penagih utang.
Berusaha lari dari kenyataan, Mala memutuskan kembali ke panti asuhan tempatnya dibesarkan dulu untuk menemui sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta sosok orang tuanya, Ki Jogo (Bambang Paningron).
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
