Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 18.14 WIB

DPRD Desak Tarif Air Minum Jakarta Tak Cuma Cari Untung, Targetkan 100 Persen Pipa di 2029

Ilustrasi air bersih. (Kids Discover) - Image

Ilustrasi air bersih. (Kids Discover)

JawaPos.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo memberikan catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Ia mengingatkan Pemprov DKI agar aturan ini tidak sekadar menjadi dokumen formalitas.

Francine Widjojo menekankan pentingnya keberpihakan pada rakyat dalam penyediaan layanan air di Jakarta. Pasalnya, akses air bersih adalah hak asasi manusia, bukan ladang bisnis semata. Francine menegaskan bahwa BUMD yang mengelola air harus berfungsi sebagai perpanjangan tangan negara, bukan lembaga yang mengejar profit maksimal.

"Setiap penetapan tarif harus tunduk pada kepentingan publik dan bukan atas logika keuntungan semata," ujarnya dikutip Rabu (15/4).

Menurutnya, akses air adalah hak dasar sesuai Resolusi PBB. Oleh karena itu, PSI menuntut adanya batas atas tarif air minum yang dicantumkan langsung dalam Pasal Perda agar tetap terjangkau oleh warga menengah ke bawah.

Salah satu poin krusial yang didorong PSI adalah percepatan perluasan jaringan perpipaan. Francine meminta target ambisius 100 persen akses air minum perpipaan harus tertulis jelas dalam aturan tersebut.

Hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta yang menargetkan seluruh warga terlayani air pipa paling lambat tahun 2029.

"Fraksi PSI memandang bahwa Ranperda Penyelenggaraan SPAM perlu secara eksplisit menetapkan target perwujudan SPAM melalui jaringan perpipaan sebesar 100 persen," sambungnya.

Krisis Air Tanah dan Ancaman Jakarta Tenggelam

Kritik tajam juga diarahkan pada kualitas layanan air saat ini. Selama ini, air yang berbau, kotor, dan sering mati membuat warga terpaksa menggunakan air tanah secara masif. Dampaknya, permukaan tanah Jakarta turun 5-10 cm setiap tahunnya.

Untuk mengatasi ini, PSI mengusulkan solusi inovatif selain mengandalkan air baku dari luar daerah. Misalnya, pemanfaatan penampungan air hujan, teknologi Atmospheric Water Harvesting, hingga pembatasan ketat konsumsi air tanah.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore