Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Masalah sampah di Jakarta perlahan mulai diatasi. Selama ini, 153 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya menyumbang beban luar biasa bagi TPST Bantargebang dengan total mencapai 500 ton sampah setiap harinya.
Kini, Pemprov DKI Jakarta mulai tancap gas dengan teknologi baru hidrotermal yang diklaim mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik secara drastis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau efektivitas alat hidrotermal di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5). Inovasi ini menjadi pembeda karena mampu menghancurkan limbah tanpa proses pembakaran.
Jika metode konvensional membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk pembusukan, teknologi uap panas bertekanan tinggi ini hanya butuh waktu dua jam.
"Dengan teknologi hidrotermal, waktu pengolahan sampah dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam untuk setiap batch. Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis," ujar Gubernur Pramono.
Selama ini, ratusan ton sampah pasar dikirim langsung ke Bantargebang. Dengan adanya pengolahan di sumbernya, volume sampah yang keluar dari pasar diharapkan berkurang signifikan.
Bukan hanya pasar, sektor lain pun akan segera menyusul untuk menerapkan kebijakan serupa.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
