
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin Bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto saat konferensi pers kasus dugaan tindak pidana penadahan kendaraan sepeda motor di sebuah gudang di wilayah Kemandoran VIII, Jakarta, Senin (12/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengungkap temuan demi temuan dalam kasus penadahan sepeda motor di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Jaringan tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2022 lalu dan telah menjual 99 ribu unit motor ke luar negeri.
Sebelum dikirim ke luar negeri ribuan motor hasil tindak kejahatan itu dikumpulkan di sebuah gudang yang berada di Jalan Kemandoran VIII, Grogol Utara. Saat petugas menemukan gudang tersebut, total ada 1.494 unit motor dengan keadaan yang bervariasi.
Usut punya usut, ribuan motor itu bersumber dari tindak kejahatan serta pengalihan kendaraan dengan jaminan fidusia. Berdasar hasil penyelidikan di lapangan, petugas mendapati bahwa ribuan kendaraan itu dibongkar sebelum dikirim keluar negeri itu di jual di pasar internasional.
”Pelaksanaan penjualan (ribuan motor hasil tindak kejahatan) dilakukan oleh tersangka sejak 2022, sekitar 99 ribu unit kendaraan bermotor roda dua,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada awak media pada Senin (11/5).
Penelusuran yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Polda Metro Jaya menemukan fakta bahwa motor-motor itu diterima oleh pengepul dalam kondisi utuh. Namun, jaringan yang bekerja bersama tersangka mempreteli motor tersebut agar lebih mudah dikirim ke luar negeri.
”Menurut keterangan tersangka, (motor) yang sudah dibongkar itu untuk memudahkan pengiriman,” jelasnya.
Tidak hanya merugikan masyarakat, praktik curang tersebut diduga telah menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Polda Metro Jaya mengungkap, potensi kerugian negara dari kasus tersebut bisa menyentuh angka Rp 177 miliar. Angka itu diperoleh dari hitungan biaya pajak yang harusnya diterima oleh negara.
Tak hanya merugikan masyarakat, praktik ilegal ini juga disebut menimbulkan kerugian negara yang fantastis. Polisi memperkirakan potensi kerugian negara mencapai Rp 177 miliar dari pajak kendaraan yang seharusnya masuk ke kas negara.
”Itu adalah pembayaran pajak yang seharusnya diterima oleh negara dari penjualan kendaraan bermotor tersebut,” jelasnya.
Sementara masyarakat dirugikan karena polisi mendapati dugaan terjadinya penyalahgunaan data pribadi. Tindakan itu dilakukan oleh para pelaku tanpa izin pemilik KTP. Sehingga korban bisa langsung kena BI checking meski tidak pernah melakukan pinjaman pembiayaan kepada pemberi jasa keuangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022