
Pengunjung melihat karya Sugiri Wilim berjudul Mandi Kembang di Art Jakarta Gardens 2026, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Jumat (08/05/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rencana penataan kawasan Senayan yang tengah disiapkan pemerintah mendapat berbagai respons dari berbagai kalangan. Kawasan strategis di jantung Jakarta tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Indonesia setelah pengelolaan sejumlah aset negara, termasuk bekas Hotel Sultan, kembali berada di bawah kendali negara.
Bahkan, pemerintah bakal mengembangkannya menjadi kawasan properti baru yang modern dan memiliki daya tarik nasional.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Prof. Trubus Rahardiansah, menilai aset negara seperti lapangan golf Senayan Avenue by Ottolima Senayan Golf Club lebih tepat dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Sebab, kebutuhan ruang hijau di Jakarta saat ini semakin mendesak.
"Menurut saya, itu lebih baik, golf itu dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) saja, gitu loh. Karena sekarang ini, Jakarta kesulitan mencari tempat untuk RTH,” kata Trubus kepada wartawan, Selasa (23/6).
Ia menyatakan, langkah tersebut akan sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang saat ini terus mendorong peningkatan luas ruang terbuka hijau untuk mendukung kualitas lingkungan perkotaan.
"Sekarang ini pak Pramono Anung sedang mencanangkan program RTH ruang terbuka hijau," ungkapnya.
Lebih lanjut, Trubus memandang pengambilalihan dan penataan kawasan tersebut dapat menjadi titik awal pembenahan pengelolaan aset negara yang selama ini berada di bawah pengelolaan pihak swasta. Menurutnya, aset-aset strategis negara perlu diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Sejarahnya kan panjang tuh. Dan sekarang dengan adanya ini bisa menjadi entry point untuk penatalaksana aset-aset, aset-aset negara,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh aset negara harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah, kata dia, berkewajiban memastikan aset-aset tersebut dikelola dengan prinsip sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
