
Seorang pria berinisial PG, 25, alami kekerasan dan pelecehan ketika mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bank keliling atau rentenir di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. (Istimewa)
JawaPos.com - Niat seorang pria berinisial PG, 25, untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bank keliling atau rentenir, justru berujung pada tindakan penganiayaan berat dan pelecehan seksual.
Kasus penyiksaan brutal yang berlangsung selama lebih dari lima jam ini diduga dilakukan oleh lima orang rekan kerjanya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Peristiwa kelam tersebut terjadi pada 28–29 Juli 2026. Korban disekap dan disiksa secara brutal sejak pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB di rumah yang difungsikan sebagai kantor operasional tempatnya bekerja.
Kuasa hukum korban, Risman Harefa, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat PG mendatangi atasannya untuk menyerahkan surat pengunduran diri sekaligus mengembalikan seluruh aset milik perusahaan. Namun, bukannya diizinkan pulang, korban justru ditahan secara sepihak.
Baca Juga:Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang 11 Kecamatan di Padang, BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat
"Korban mengundurkan diri, menyampaikan kepada bosnya dan mengembalikan aset. Namun saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengonsumsi minuman keras," ujar Risman saat diwawancarai di Mapolresta Tangerang, Senin (3/8).
Situasi memburuk setelah para terlapor berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Tanpa alasan yang jelas, korban langsung dijadikan sasaran pengeroyokan oleh rekan-rekan kerjanya tersebut.
Akibat tindakan kekerasan bertubi-tubi itu, korban mengalami luka fisik yang sangat serius di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, terdapat indikasi trauma berat pada bagian kepala korban.
"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter. Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," kata Risman.
Tak berhenti pada kekerasan fisik, para pelaku juga melancarkan aksi pelecehan seksual yang tergolong sadis. Korban ditelanjangi dan diancam dengan senjata tajam agar menuruti perintah pelaku.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
