
Ilustrasi Nahdlatul Ulama. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan resmi menggelar rangkaian acara pelantikan pengurus baru masa khidmat 2026-2031, dipadukan dengan halaqoh strategis pada Sabtu (8/8).
Diskusi publik ini dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi digital yang kian masif menerpa organisasi keagamaan.
Mengusung tema Transformasi Digital dan Masa Depan NU: Digital Disruption dan Masa Depan Organisasi Keagamaan, forum tersebut bertempat di Graha Aswaja NU 2, Kompleks Pusdiklat PCNU Tangsel, Pondok Aren.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan Tubagus Asep Nurdin menegaskan pentingnya langkah adaptif organisasi keagamaan di era modern. Pemanfaatan teknologi informasi kini bukan lagi sekadar pilihan.
"Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan administratif, melainkan sebuah keniscayaan mutlak bagi organisasi keagamaan sebesar Nahdlatul Ulama untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin, serta melayani umat secara lebih efektif dan efisien di ruang digital," ujar Tubagus Asep Nurdin.
Dia juga menyoroti peran vital kader NU dalam menjaga kondusivitas ruang digital dari gempuran disinformasi maupun hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Ruang digital kita hari ini dibanjiri oleh arus informasi yang deras dan tidak semuanya terverifikasi dengan baik. Oleh karena itu, kader-kader NU harus berada di garda terdepan dalam literasi digital, mampu menyaring informasi secara kritis, serta memproduksi narasi-narasi keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan bagi warganet," tambah Tubagus Asep Nurdin.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo menyatakan komitmen penuh untuk terus membuka ruang sinergi bersama lembaga keagamaan. Hal ini dilakukan demi mempercepat pemerataan literasi teknologi hingga ke tingkat akar rumput.
"Kami di Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya melalui Diskominfo, siap berjalan berdampingan dengan PCNU Tangsel. Kolaborasi ini sangat krusial agar program-program literasi digital pemerintah dapat terintegrasi dengan baik, sehingga masyarakat kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga subjek yang cerdas, produktif, dan berdaya saing di era digital," tegas Tubagus Asep Nurdin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022