Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Januari 2019 | 06.39 WIB

Belasan Nisan di Magelang Dirusak, Polisi Terjunkan Tim

ILUSTRASI: Belasan batu nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Magelang, ditemukan rusak. - Image

ILUSTRASI: Belasan batu nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Magelang, ditemukan rusak.

JawaPos.com - Belasan batu nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Magelang, ditemukan rusak. Kerusakan diduga akibat aksi vandalisme oleh oknum tak bertanggungjawab.


Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, total ada 12 nisan berupa kayu maupun beton yang diduga sengaja dirusak di TPU Giriloyo. Rinciannya 11 nisan makam umat Nasrani, dan satu milik umat Muslim.


"Laporan baru masuk pada Selasa (1/1) pagi. Tapi dari penuturan pengelola makam, kasi pemakaman, sampai tukang jaga di sana sebagai saksi, rusaknya nisan-nisan ini sudah ditemukan sejak 26 Desember 2018 kemarin," ujar Kapolres saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (2/1) malam.


Keduabelas nisan yang dirusak tersebut, lanjut Yoga, tersebar di beberapa blok dengan tingkat dan jenis kerusakan bermacam-macam. Ada nisan yang dicabut dari makamnya dan ada pula yang hancur seperti sengaja dipukul.


"Langkah yang kami ambil adalah mengamankan TKP. Karena perlu diketahui, luas TPU ini, 16,8 hektare terdiri dari 22 ribu makam campur. Dan akses masuknya bisa dari mana saja," katanya lagi.


Setelah dilakukan olah TKP, ditemukan petunjuk dan alat bukti yang ada. Berupa rekaman dari kamera pengawas CCTV di sekitaran lokasi beserta bekas-bekas bongkahan dan benda-benda yang diduga dipakai untuk merusak.


Mengantongi petunjuk yang ada, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengusut tuntas kasus ini. Utamanya mengungkap siapa pelaku dan motif melakukan tindak tak bertanggungjawab tersebut.


"InsyaAllah mas, semoga kita bisa ungkap karena malam ini dilakukan penyisiran. Dan perlu disampaikan bahwa seluruh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Magelang sepakat, tidak akan terpengaruh dengan isu SARA ataupun sentimen agama,” imbuhnya.


Kapolres berharap kepada masyarakat agar tidak terpancing dan berlaku bijak dengan tidak menyebarkan foto atau gambar yang tidak jelas sumbernya yang dapat memperuncing persoalan.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore