Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Januari 2019 | 05.49 WIB

Cetuskan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD Optimistis Redam Kegaduhan

PILPRES: Pakar Hukum dan Tata Negara Mahfud MD mencetuskan Gerakan Suluh Bangsa untuk meredam ketegangan politik yang terjadi. - Image

PILPRES: Pakar Hukum dan Tata Negara Mahfud MD mencetuskan Gerakan Suluh Bangsa untuk meredam ketegangan politik yang terjadi.

JawaPos.com - Situasi politik jelang Pilpres dan Pileg 2019 semakin panas. Banyak kubu pendukung salah satu capres, saling hantam. Melihat fenomena itu, banyak pihak yang mencoba meredam situasi tersebut.


Salah satunya, dilakukan oleh sejumlah tokoh masyarakat yang mencetuskan Gerakan Suluh Bangsa. Diantaranya yakni Pakar Hukum dan Tata Negara Mohammad Mahfud MD, Romo Benny Susetyo, dan beberapa tokoh bangsa lainnya.


Mahfud mengatakan, ada upaya-upaya tertentu yang akan dilakukan para tokoh yang tergabung dalam gerakan tersebut. Yakni, turun menemui masyarakat awam dan tokoh setempat untuk memilih salah satu pasangan calon Presiden dan wakilnya pada Pilpres 2019 nanti. 


Dirinya bersama tokoh dalam gerakan itu, akan menyinggahi setiap stasiun dan kota besar dengan menumpang kereta. Mulai tanggal 23 hingga 29 Januari mendatang, dari Pelabuhan Merak sampai Banyuwangi. 


Selama perjalanan, Mahfud mengatakan bahwa dirinya akan berdialog dengan masyarakat dan tokoh lokal. Akan ada tema berbeda masih seputar kebangsaan yang akan dibicarakan. "Kami akan lebih menyapa masyarakat yang agak ke bawah (rakyat jelata). Topiknya, juga akan berbeda," kata Mahfud di Surabaya, Selasa (15/1). 


Intinya, setiap topik pembicaraan yang akan dikemukakan, bermakna pada ajakan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. 


Namun, Mahfud menyatakan tidak akan mengundang dua capres dan cawapres dalam safari kebangsaan tersebut. Dirinya juga menegaskan tidak akan mendeklarasikan memilih cawapres manapun.


"Yang penting, saya ajak (masyarakat) memilih. Jangan sia-siakan hak konstitusional. Karena orang nggak mau milih itu ngambek. Ngambek karena idealisme. Makanya, rugi kalau nggak milih," kata Mahfud. 


Mahfud sangat berharap safari kebangsaan tersebut mampu memberikan pencerahan bagi masyatakat. Terutama para pendukung Jokowi dan Prabowo Subianto. 


Menurutnya, banyak masyarakat masih mudah terpancing atau termakan hoax di media sosial terkait isu politik. Parahnya lagi, perselisihan akibat terpancing hoax, kerap berlanjut di dunia nyata. 


Padahal, para capres yang didukung sama sekali tidak menunjukkan bentuk perselisihan. Meski, keduanya saling menunjukkan dan beradu kelebihan atau keunggulan masing-masing. 


"Tapi yang pengikut-pengikutnya ini lho. Orang-orang yang di bawah (rakyat jelata dan ekonomi lemah) itu lho. Terutama orang-orang di pasar dan di desa, itu gampang banget termakan hoax," tuturnya. 


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore