
NAPI PALU: Dari 800 tahanan yang berada di LP Kelas II A Palu, sekitar puluhan napi saja yang masih bertahan.
JawaPos.com - Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu akan terus dikenang oleh Sunarman bin Sutino. Pria 38 tahun asal Mojodipo, Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar itu merupakan seorang narapidana (napi). Sunarman tersangkut kasus narkoba dan divonis selama empat tahun oleh pengadilan.
Selama satu tahun lima bulan, suami dari Wahyuni itu menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIA Palu. Saat menjalani masa penahanan, tiba-tiba gempa terjadi di Palu dan Donggala. Lapas tempatnya menghabiskan masa tahanan tidak luput dari bencana yang menyebabkan ribuan orang menjadi korban jiwa. Kala itu, ada 800 tahanan yang ada di Lapas Kelas II A Palu.
Dan saat gempa bumi terjadi, petugas lapas langsung membuka pintu blok. Para tahanan dipersilakan untuk keluar dan menyelamatkan diri. Mereka diminta untuk menuju ke lapangan di kompleks lapas. Instruksi ini pun langsung diikuti oleh para tahanan.
"Saat gempa terjadi tembok lapas ambruk, dan kami diminta untuk kumpul di lapangan," terang Sunarman saat ditemui JawaPos.com di Rutan Kelas IA Solo, Selasa (16/10).
Sunarman mengaku, saat kejadian para tahanan juga ketakutan, termasuk juga dirinya. Bahkan hampir semua napi yang selama ini menempati lapas melarikan diri. Usai terjadi gempa, Sunarman mengatakan, dari 800 napi yang ada di Lapas kelas IIA Palu hanya sekitar 50 napi saja yang masih bertahan, salah satunya adalah dirinya.
"Saya sengaja kembali ke dalam, ada yang mengajak keluar. Dan petugas mengizinkan napi untuk keluar rutan. Saya pun keluar, tetapi setiap harinya juga masih ikut apel rutin," urainya.
Dan pada Selasa (2/9) Sunarman pun meninggalkan Palu. Ia membawa serta keluarganya menggunakan mobil dari Palu menuju Makassar. Selama perjalanan tidak banyak bekal yang dibawanya. Hanya perlengkapan pakaian dan sedikit sisa uang. Sunarman dan keluarga pun beberapa kali singgah di posko bencana. Di sana, Sunarman dan keluarga mendapatkan makanan.
Sunarman sampai di Makassar pada Kamis (4/10) malam. Selanjutnya mereka beristirahat sehari sembari menunggu kapal yang akan membawanya ke Surabaya. Sesampainya di Surabaya, Sunarman pun melanjutkan perjalanan menuju ke Karanganyar. "Saya tiba di Karanganyar dan disambut oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dan lebih kurang seminggu berada di rumah," terangnya.
Selama berada di rumah, banyak kegiatan yang dilakukannya. Mulai dari mengunjungi ke rumah saudara, membawa kedua anaknya yakni Mela dan Cisilia untuk bermain di kawasan Alun-alun Karanganyar.
Meski sudah bisa menghirup udara bebas, Sunarman tetap merasa tidak tenang. Dia masih berutang sisa masa tahanan selama 2,5 tahun penjara. Selanjutnya, Sunarman berinisiatif untuk mencari informasi mengenai cara agar bisa kembali ke tahanan.
"Dan kemarin dapat informasi katanya suruh menyerahkan diri ke rutan setempat, dan akhirnya saya datang ke rutan bersama saudara," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IA Solo, Andi Rahmanto mengapresiasi sikap dan rasa tanggung jawab Sunarman. Tindakan Sunarman adalah inisiatifnya sendiri. "Dia memiliki perilaku yang baik, buktinya dia bertanggung jawab dan bersedia menyerahkan diri ke rutan ini," ucapnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
