
Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang bersama Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyampaikan keterangan pers di Mabes TNI. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Proses investigasi terhadap gugurnya prajurit TNI Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi dalam misi perdamaian di Kongo, Afrika. Berdasarkan laporan yang diterima, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta kepada Kongo untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Sampai sekarang PBB sudah mendesak negara Kongo untuk mencari tahu siapa yang melakukan tindakan tersebut," kata Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (26/6).
Victor mengatakan, dalam proses investigasi ini turut melibatkan sejumlah pihak. Seperti Military Police PBB, aparat setempat Kongo, hingga pihak-pihak yang berada di lokasi saat penyerangan terjadi. "Beberapa hari yang lalu anggota kita sudah dimintai keterangannya apa yang terjadi di lapangan," imbuhnya.
Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga akan mendorong pemerintah Kongo untuk segera menyelesaikan kasus penyerangan tersebut. "Kemlu kita nanti meminta KBRI kita yang ada di Kenya untuk mengirimkan nota diplomat ke Pemerintahan di Kongo," pungkas Victor.
Sebelumnya, kabar duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang tengah bertugas di Republik Demokratik Kongo. Serma Rama Wahyudi gugur setelah dada kirinya tertembus timah panas yang diduga milik Allied Democratic Forces (ADF). Rama merupakan prajurit TNI-AD. Dia berdinas di Kongo di bawah naungan PBB.
Melalui keterangan resmi yang sampaikan Mabes TNI, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M.P. Sibuea mengungkapkan bahwa prajurit TNI di bawah komandonya sedang melaksanakan misi perdamaian di Kongo. Rama gugur setelah rombongan prajurit TNI di sana diserang kelompok bersenjata pada Senin (22/6). Insiden itu dilaporkan terjadi pukul 17.30 waktu Kongo.
Sibuea menjelaskan, anak buahnya diserang setelah mengirimkan logistik ke temporary operation base (TOB) yang tengah membangun Jembatan Halulu. Saat kembali ke central operation base (COB), rombongan prajurit TNI dihalau. Mereka dihujani tembakan. Meski dikawal dua unit kendaraan tempur, tembakan itu melukai dua prajurit TNI.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7EOKPMZvfqE
https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI
https://www.youtube.com/watch?v=tkiyPoh5HBY

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
