
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas (tengah) saat menunjukan barang bukti pisau dapur yang digunakan untuk membunuh korban di sela gelar kasus pembunuhan satu keluarga di Mapolsek Baki Polres Sukoharjo, Sabtu (22/8/2020). (ANTARA/Bambang D
JawaPos.com - Duka masih menyelimuti keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Desa Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi penyidik Polres Sukoharjo. Kuasa hukum keluarga korban, Senin (24/8) mendatangi penyidik Polres Sukoharjo. Selain memastikan kasus hukum itu diproses cepat serta melaporkan hilangnya barang milik korban, kuasa hukum juga sempat menanyakan kronologi peristiwa tragis nan pilu yang terjadi pada satu keluarga tersebut.
Keluarga korban Suranto menunjuk kuasa hukum dari LBH IMM, Muh Kurniawan. Dikatakan Kurniawan, pada kesempatan bertemu dengan penyidik, dia yang mendampingi anggota keluarga juga meminta penjelasan penyidik terkait kronologi peristiwa tersebut. Kepada awak media, kuasa hukum korban pun menjelaskan kronologinya.
"Saat kejadian, pelaku (HT,41, Red) datang ke rumah Rabu (19/8) dini hari. Pelaku diduga sudah berencana melakukan pencurian BPKB, STNK, dan surat lain. Saat kejadian, mobil korban sudah digadaikan dan hendak dijual. Pelaku hendak mencuri BPKB, tapi dipergoki oleh istri Suranto (Sri Handayani). Karena kaget, pelaku membunuh korban Sri Handayani lalu Suranto, disusul dua anaknya," kata Kurniawan seperti dikutip Radar Solo, Selasa (25/8).
Baca Juga: Korban Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Sukoharjo Belum Diotopsi
Sadisnya lagi, usai membunuh para korban, pelaku sempat membersihkan badannya yang terkena percikan darah, lalu pergi meninggalkan rumah. Pelaku kabur membawa BPKB dan surat-surat lainnya, lalu membuang barang bukti di daerah Boyolali. Pelaku menjual mobil Toyota Avanza milik korban di wilayah Kartasura seharga Rp 81 juta.
Sambil menahan haru dan mata berkaca-kaca, Saryanto, kakak korban Suranto mengungkapkan, dia berkomunikasi terakhir dengan sang adik pada Selasa (18/8) sekitar pukul 19.00. Setelah itu, tidak ada kabar lagi hingga kabar duka itu tiba.
Rumah keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Baki. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Rumah keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Baki. (Foto: Iwan Kawul/Radr Solo)
"Rumahnya tertutup, dipikir kan di rumah mertuanya," kata Saryanto menahan haru.
Baca Juga: Pembunuhan 1 Keluarga di Sukoharjo, Tersangka Lama Tak Aktif di Ojol
Saryanto juga mengaku kenal baik dengan pelaku dan tidak menyangka orang yang sudah dianggap sebagai saudara itu tega berbuat keji. Untuk itu, keluarga berharap aparat penegak hukum bertindak seadil-adilnya karena kebiadaban pelaku.
"Pelaku sangat biadab dan keji, tidak punya hati. Anak yang 10 tahun dan 5 tahun ikut dibunuh dengan keji," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
