Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2023 | 02.22 WIB

Kematian Brigadir SH, Pengamat Kepolisian Meminta Polri Berkaca Pada Kasus Ferdy Sambo yang Banyak Rekayasa

Kongres Pemuda Indonesia (KPI) sebut ada kejanggalan kematian Brigadir Setyo Herlambang menilik pada latar belakang dan profilnya (Tangkapan layar) - Image

Kongres Pemuda Indonesia (KPI) sebut ada kejanggalan kematian Brigadir Setyo Herlambang menilik pada latar belakang dan profilnya (Tangkapan layar)

JawaPos.com - Pengamat kepolisian dari Institut For Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto, meminta Polri dalam menyelidiki kasus kematian Brigadir Setyo Herlambang alias Brigadir SH untuk berkaca pada kasus penembakan Brigadir Joshua.

“Kepolisian harusnya belajar dari kasus penembakan Brigadir Joshua di Duren Tiga setahun lalu,” kata Bambang, dikutip dari Pojoksatu pada Selasa (26/9).

Seperti diketahui, Brigadir Joshua ditembak oleh atasannya sendiri, Ferdy Sambo.

Namun, sebelum Ferdy Sambo terbukti melakukan pembunuhan berencana, kasus Brigadir Joshua diketahui sempat terjadi rekayasa.

Bambang sendiri menilai penyebab tewasnya Walpri Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya itu terasa janggal. Seperti diketahui, Brigadir Setyo Herlambang diduga tewas karena lalai saat membersihkan senpinya.

"Jadi sangat janggal kalau ada kelalaian sehingga tertembak senjatanya sendiri, kecuali memang disengaja atau bunuh diri,” ujarnya.

Menurut Bambang, semakin tidak masuk akal jika melihat fakta bahwa Walpri Kapolda Kaltara tersebut merupakan anggota Brimob berpangkat Brigadir Polisi yang sudah bekerja lebih dari delapan tahun.

Bambang menuturkan bahwa seharusnya Brigadir Setyo Herlambang sudah paham caranya menggunakan senjata.

"Inikan tidak masuk akal. Makanya Humas harusnya menjelaskan dengan scientific crime investigation secara gamblang," tutur dia.

Oleh sebab itu, Bambang mendesak Polri agar mengusut kasus kematian Brigadir Setyo Herlambang ini dengan tuntas dan transparan.

Hal tersebut diperlukan agar publik tidak berspekulasi liar terkait tewasnya pengawal pribadi Kapolda Kaltara tersebut.

"Di mana luka tembak pada jenazah yang menyebabkan kematian dan di mana posisi senjata dengan lebih rinci agar tak memunculkan asumsi ke mana-mana," tandas dia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore