Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 20.05 WIB

dr. Djaja Surya Atmadja Ungkap Hasil Forensik Meninggalnya Mirna, Ternyata Bukan Mati Karena Sianida?

Dokter Djaja Surya Atmaja membicarakan kebenarannya disuatu podcast./ - Image

Dokter Djaja Surya Atmaja membicarakan kebenarannya disuatu podcast./

JawaPos.com – Akhir-akhir ini kejanggalan meninggalnya Mirna karena sianida mulai terungkap kembali, yang dimana salah satu Dokter yang menangani kasus ini yaitu Dokter Djaja Surya Atmadja membicarakan kebenarannya disuatu podcast.

Kasus yang sempat ramai di media sosial ini mulai dibicarakan kembali, salah satunya Dr. Djaja Surya Atmaja yang datang menyampaikan kebenaran di podcast Dr. Richard Lee.

Dr. Djaja Surya Atmadja mengatakan, “Dia waktu itu masih hidup, dari olivier dibawa ke RS abdi Waluyo, muntah-muntah lalu diambil sampel dari lambungnya.”

“Selang beberapa waktu, Mirna meninggal, dikasih surat kematian, dibawa ke rumah duka Dharmais karena mau disimpan selama 3 hari,” tambah Dr. Djaja Surya Atmadja.

Dr. Djaja Surya Atmadja juga mengatakan bahwa di rumah duka, Ia dokter satu-satunya yang melakukan pengawetan, yang dimana dalam jarak dua jam setelah kematian baru Ia bertemu dengan jenazah Mirna meninggal karena minum kopi.

Dr. Djaja Surya Atmadja menjelaskan bahwa, dalam dunia forensik kalau meninggal tidak wajar harus dilakukan otopsi, tanpa proses itu tidak akan ada sebab mati pada manusia.

Disaat itu ia bertemu dengan bapak dari Mirna, dan beliau bilang tidak mau diotopsi, yang pada akhirnya Dr. Djaja Surya Atmadja hanya memberikan formalin pada tubuh mirna.

Lalu setelah tiga hari keluarga tiba-tiba mengijinkan Mirna untuk di otopsi, tetapi hanya diambil sampel dari lambung, jaringan hati, darah, urin.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Dr Djaja hanya menemukan adanya 0.2mg sianida di bagian lambung, yang dimana itu tidak bisa membuat manusia menjadi kehilangan nyawa.

dr. Djaja Surya Atmadja mengungkapkan, bahwa sianida bisa membuat manusia meninggal jika masuk ke dalam darah, namun jika hanya masuk ke lambung tidak bisa.

“Salah satu tanda jika meninggal karena sianida adalah kemasukan tiosianat di dalam hati, darah, liur hingga urin, dan pada kenyataannya test terbukti bahwa Mirna bukan meninggal karena sianida,” ungkap dr. Djaja Surya Atmadja .

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore