Seorang siswi SMA bernama Maria Gabriella, remaja berusia 16 tahun, diduga menjadi korban penculikan yang dilakukan secara terorganisir. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus anak hilang kembali muncul. Kali ini menimpa seorang siswi SMA bernama Maria Gabriella. Remaja berusia 16 tahun tersebut diduga menjadi korban penculikan yang melakukan kejahatan secara terorganisir. Informasi hilangnya gadis yang akrab dipanggil Gaby itu beredar luas di media sosial dan pesan berantai pada aplikasi WhatsApp.
Dalam salah satu sebaran informasi yang diterima oleh awak media, disampaikan bahwa Gaby hilang tanpa jejak sejak Rabu pekan lalu (5/11). Putri dari pasangan Brigita Titis dan Yohanes Hany itu tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga lantaran nomor telepon genggamnya sudah tidak aktif. Pihak keluarga berharap besar Gaby segera ditemukan.
”Sejak Rabu, 5 November, anak kami tidak pulang, dilarikan oleh laki laki yang terduga juga otak kejahatan terorganisir. Nomor handphone (Gaby) sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa dilacak oleh kepolisian,” bunyi sebaran informasi tersebut.
Gaby merupakan salah seorang siswi di SMA Strada St Thomas Aquino yang berada di Kota Tangerang, Banten. Pihak keluarga sudah melaporkan kasus hilangnya Gaby setelah 1x24 jam tidak bisa menghubungi pelajar kelas XI tersebut. Laporan dibuat pada Kamis (6/11). Namun, sampai hari ini belum ada titik terang keberadaan Gby.
”Mohon bantuannya, sudah 6 hari anak kami hilang. Kami sangat menghargai setiap informasi dan bantuan yang diberikan untuk anak perempuan kami satu-satunya,” kata dia.
Kasus penculikan anak belakangan ini terus bermunculan. Terbaru, balita bernama Bilqis hilang di Makassar dan ditemukan di wilayah Jambi. Saat ditemukan, Bilqis sudah dijual kepada Suku Anak Dalam. Selain Bilqis, kasus penculikan menimpa Alvaro Kiano di Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel). Kiano hilang sejak 6 Maret 2025 dan masih belum ditemukan.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan bahwa kasus penculikan anak memang masih terus terjadi. Dia membeber catatan instansinya terkait dengan kasus penculikan anak pada 2023, 2024, dan sepanjang tahun ini. Meski trennya menurun dari tahun ke tahun, namun setiap tahun selalu muncul kasus penculikan.
”Tahun 2023 korban penculikan anak 43 kasus, tahun 2024 korban penculikan anak 7 kasus,” ungkap dia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
