Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media di Kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta, Senin (17/5/2021). Novel Baswedan bersama perwakilan 75 pegawai KPK yang dinonaktifk
JawaPos.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengomentari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyasar Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan (Kemenkeu). OTT KPK berujung penetapan enam orang sebagai tersangka, yang diduga terlibat suap importasi barang palsu atau KW milik PT Blueray.
Novel menduga, praktik dugaan suap yang terjadi di lingkungan DJBC sudah berjalan lama. Menurutnya, praktik rasuah itu sudah mengakar di lingkungan DJBC.
"Persoalannya kan dugaan bahwa ada permainan di Bea Cukai itu sudah lama. Tapi paling tidak 2 tahun terakhir ini saya menduga, saya mengira, sudah tidak lagi. Dan ternyata di OTT ditemukan seperti yang dulu pernah kita duga," kata Novel dalam siniar Youtube, Senin (9/2).
Ia menyatakan, OTT yang menyasar DJBC Kemenkeu cukup mengagetkan publik. Mengingat, jumlah barang bukti yang ditemukan KPK cukup besar, mencapai Rp 40,5 miliar.
"Jadi ini mengagetkan sekali, apalagi jumlah uangnya cukup besar, ternyata dilakukan dengan sistematik gitu ya, bukan orang per orang yang melakukan tapi berjaring," paparnya.
Ia menduga, praktik suap di lingkungan DJBC tidak hanya dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026 Rizal, tetapi juga dilakukan pihak DJBC lainnya.
"Saya khawatir bahwa yang bermain dengan pola ini tuh bukan satu, tapi yang ter-OTT baru satu," urainya.
Dalam kesempatan itu, mantan penyelidik KPK Aulia Postiera mengapresiasi OTT KPK terhadap DJBC Kemenkeu. Bahkan, baru memasuki dua bulan pada 2026, KPK telah melakukan OTT sebanyak enam kali.
Aulia pun menganalogikan, OTT KPK yang menyasar DJBC Kemenkeu merupakan lahan basah. Sebab, ia menyebut potensi korupsu di DJBC sangat besar.
"Basah oleh siraman. Basah karena potensi korupsinya banyak gitu loh, karena kewenangannya yang besar. Korupsi ini juga terkait dengan importasi," ungkapnya.
Aulia menyatakan, usai dirinya masih bertugas di Satgassus Polri, telah berkali-kali mengimbau DJBC Kemenkeu soal potensi rawan korupsi.
"Kita berkali-kali waktu itu saya juga, kita juga intens ya dengan rekan-rekan Bea Cukai bekerja selama ini ya. Bagaimana sih kita sempat diskusi bagaimana pola penjaluran itu," imbuhnya.
Dalam kasus itu, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-Januari 2026, Rizal; Kasubdit Intel P2 DJBC, Sisprian Subiaksono; Kasi Intel DJBC, Orlando Hamonangan.
Kemudian, pemilik PT Blueray (BR), Jhon Field; Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR, Andri; dan Manager Operasional PT BR, Dedy Kurniawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022