Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. (Fathnur Rohman/Antara)
JawaPos.com - Tragedi memilukan menimpa Nizam Syafei (NS), 13, remaja asal Jampangkulon, Sukabumi, yang meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat oleh ibu tirinya sendiri, TR. Kasus ini memicu reaksi keras dari ahli psikologi forensik kenamaan, Reza Indragiri Amriel.
Dilansir dari Radar Sukabumi (JawaPos Group), Reza mengaku sangat terpukul mendengar kabar duka tersebut. Ia mendesak agar pihak kepolisian bertindak tegas dan cermat dalam mengusut tuntas motif di balik aksi keji ini.
"Saya ikut sakit mendengarkan kabar ini. Untuk itu, saya turut berduka atas terjadinya tragedi yang memilukan ini. Sekaligus, saya berharap agar aparat penegakan hukum bisa bekerja dengan baik, cermat, dan tepat, dalam mengungkap kasus ini," ujar Reza, Rabu (25/2).
Berdasarkan informasi yang beredar, Nizam diduga sudah berulang kali menjadi sasaran amarah TR jauh sebelum nyawanya melayang pada Kamis (19/2) lalu.
Reza menyoroti bahwa penyelesaian secara kekeluargaan di masa lalu tanpa pengawasan otoritas adalah celah besar. Menurutnya, pelaku kekerasan terhadap anak memiliki kecenderungan tinggi untuk melakukan residivisme atau pengulangan tindak pidana.
"Karena perbuatan ini dilakukan oleh seseorang yang melakukan kekerasan luar biasa, terlebih kepada anak. Hitung-hitungan di atas kertas, saya punya alasan khawatir bahwa pelaku dengan kriteria semacam ini melakukan residivisme atau pengulangan perbuatan jahatnya relatif tinggi," terang Reza.
Mengapa Korban Tak Melawan? Mengenal Learned Helplessness
Banyak yang bertanya mengapa remaja seusia Nizam tidak mengadu atau melawan. Reza menjelaskan bahwa anak-anak berada dalam posisi yang sangat rentan, baik secara fisik maupun psikis. Terlebih, ada dugaan keterlibatan anak angkat TR dalam aksi tersebut.
"Korban ini memenuhi kriteria ideal bahwa anak-anak salah satu kelompok usia yang paling rentan mengalami victimisasi untuk peristiwa kekerasaan. Ada beberapa faktornya. Mulai dari kerentanan sifatnya fisik, relatif dia tidak sanggup melakukan perlawanan frontal kepada pihak yang menyakitinya, apalagi lebih dari satu orang," sebut Reza.
Selain fisik, intimidasi mental membuat anak merasa tidak berdaya. Kondisi ini dalam psikologi disebut sebagai learned helplessness.
"Anak relatif bisa diintimidasi, diiming-imingi, dan dieksploitasi oleh pihak atau pihak-pihak yang menjahatinya. Alhasil, anak praktis tidak berdaya. Dan juga, barangkali kelemahan dari sisi sosial, anak oleh sebagian pihak dianggap perkataannya tidak valid. Anak dianggap mengada-ada, dianggap mendramatisasi, dianggap membual, dianggap berbohong, dan seterusnya," tambahnya.
Fenomena Efek Cinderella: Risiko Tinggal dengan Orang Tua Tiri
Dalam analisisnya, Reza mengaitkan kasus ini dengan fenomena psikologi evolusioner yang dikenal sebagai Efek Cinderella. Fenomena ini menunjukkan adanya risiko kekerasan yang lebih tinggi pada anak yang diasuh oleh orang tua tiri dibanding orang tua kandung.
"Ilmuan ingin mengatakan anak-anak yang dibesarkan orangtua tiri beresiko mengalami kekerasan lebih tinggi daripada anak-anak yang diasuh oleh orangtua kandung. Saya tidak ingin pukul rata, tapi hasil penelitian yang menghasilkan Efek Cinderella, mewanti-wanti kita semua, bahwa penanganan kasus-kasus serupa tidak bisa diperlakukan dengan standar yang biasa saja. Butuh penanganan yang ekstra," papar Reza.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
