
Warga berkumpul di lokasi ledakan diduga petasan di Desa Ploso Jenar, Kauman, Ponorogo, Minggu (1/3). (SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO)
JawaPos.com - Warga Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo gempar pada Minggu sore (1/3). Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari mercon atau petasan merusak ketenangan desa. Ledakan itu menyebabkan rumah hancur berantakan dan menewaskan satu orang remaja.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kuatnya dentuman bahkan terdengar hingga radius 500 meter, memicu kepanikan luar biasa bagi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Rifai, 16. Saat warga pertama kali tiba di lokasi, suasana sangat menyayat hati. Rifai ditemukan masih sempat bernapas dalam dekapan ibu dan kakaknya sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka yang diderita.
Sementara itu, rekannya yang bernama Toni, warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, ditemukan dalam kondisi luka serius. Ia segera dilarikan ke RSUD Bantarangin untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Siswanto, seorang saksi mata sekaligus kamituwo setempat, menceritakan kengerian saat dirinya pertama kali mendengar suara ledakan tersebut. Ia langsung bergegas menuju sumber suara yang berasal dari area permukiman.
"Saya dengar ledakan sekali tapi sangat keras. Karena jaraknya tidak jauh, saya langsung merapat ke lokasi," ujarnya dikutip dari Radar Madiun, Senin (2/3).
Sesampainya di tempat kejadian, Siswanto mendapati kedua remaja tersebut sudah tergeletak bersimbah darah di depan rumah warga. Tanpa buang waktu, ia langsung mengevakuasi korban yang masih selamat.
"Yang satu masih hidup, langsung saya bawa ke RSUD pakai motor," katanya.
Diduga Akibat Rakit Petasan untuk Balon Udara
Berdasarkan dugaan sementara warga di lokasi, ledakan maut tersebut terjadi saat para remaja sedang merakit petasan atau mercon. Rencananya, petasan tersebut akan digunakan untuk kelengkapan balon udara.
Meskipun hanya terdengar satu kali ledakan, daya rusak yang dihasilkan tergolong cukup besar. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta menelusuri asal bahan peledak yang digunakan para korban.
