
Eks Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (duduk, tengah) menyampaikan pernyataan sikap atas penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, Jumat (13/3/2026). (YouTube Yayasan LBH Indonesia)
JawaPos.com - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menduga, penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dimaksudkan untuk pembunuhan. Sebab, penyiraman tersebut menyasar pada bagian wajah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden terjadi ketika korban melintas di perempatan kawasan Jalan Salemba–Jalan Talang, Jakarta Pusat.
"Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh.Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka.Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal. Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen," kata Novel kepada wartawan, dikutip Minggu (15/3).
Novel yang juga merupakan korban penyiraman air keras mengecam tindakan tersebut. Ia menegaskan pelaku melakukan cara-cara jahat yang menyasar orang berintegritas.
"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab, yangdiserang adalah orang baik," tegasnya.
Novel menduga, pelaku penyiraman sangat terorganisir. Bahkan, ia menyebut pelaku tidak hanya satu motor saja. Sebab, aksi penyerangan diduga sudah direncanakan.
"Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang," bebernya.
Novel meminta aparat Kepolisian dapat meringkus semua pelaku yang terlibat. Bukan hanya aktor lapangan, tapi juga aktor intelektual dibalik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
"Semua orang yang terlibat harus diusut.Aktor intelektualnya harus disentuh, harus dijangkau dan diberikan pertanggung jawaban yang berat," pungkasnya.
