
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Empat orang terduga pelaku dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus sudah membuntuti korban sebelum beraksi. Berdasar hasil analisa rekaman CCTV, mereka tampak tenang melakukan setiap langkah. Dari membuntuti sampai melancarkan aksi.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin memang tidak menyatakan secara tegas terduga pelaku terlatih atau tidak. Namun, dia memastikan bahwa mereka tampak tenang saat menyerang Andrie.
”Apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang kejadian,” kata dia dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3).
Baca Juga:Tren Tokenisasi Aset Kripto Meningkat, Investor Indonesia Mulai Lirik Saham Global Versi Blockchain
Tidak hanya itu, setelah menyerang Andrie hingga mengalami luka bakar serius, terduga pelaku melarikan diri dengan sangat cepat. Meski bergerak ke arah berbeda, namun mereka tampak lihai untuk menghilangkan jejak. Beruntung rekaman CCTV yang diamankan oleh penyidik memperlihatkan pergerakan mereka.
”Puji syukur, kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas. Sehingga sangat membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Iman.
Lebih lanjut, Iman menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih mendalami pelat nomor kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku. Menurut dia, lebih kurang ada 260 kemungkinan dari pelat nomor kendaraan yang termonitor melalui rekaman CCTV.
”Untuk nomor polisinya masih kami dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut. Kami masih analisa,” ujarnya.
Baca Juga:Kapolri Pastikan Stok BBM dan Pangan Aman, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Kebijakan Pemerintah
Sebelumnya diberitakan bahwa rute pergerakan terduga pelaku dimulai dari wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Mereka berboncengan dengan menggunakan dua sepeda motor. Dari titik awal tersebut, terduga pelaku menuju titik kumpul di Jalan Medan Merdeka Timur, persisnya di sekitar depan Stasiun Gambir.
Beranjak sore, terduga pelaku mulai bergerak dari depan Stasiun Gambir ke Jalan Ir. H. Juanda, kemudian menuju Jalan Medan Merdeka Barat, dan selanjutnya mereka bergerak menuju kawasan Tugu Tani. Sebelum akhirnya mengarah ke Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
”Jadi, kalau rekan-rekan mengikuti alurnya, itu mengitari Monas menuju kawasan Tugu Tani. Selanjutnya berputar dulu menuju Jalan Medan Merdeka Timur dan selanjutnya menuju YLBHI,” kata dia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
