
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemhan pada Selasa (17/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
Keterangan itu disampaikan oleh Prasetyo saat ditanyai oleh awak media pada Selasa (17/3). Dia menyatakan bahwa pesan dari Presiden Prabowo sudah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan telah diungkap kepada publik.
”Sudah disampaikan pak kapolri, tentu kami sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan bapak kapolri, bapak presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata dia menegaskan.
Jenderal Sigit menyatakan bahwa dirinya sudah mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas peristiwa penyiraman air keras terhadap wakil koordinator Kontras tersebut. Saat ini proses hukum tengah berjalan. Polri mengerahkan tim dari Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) untuk mengungkap peristiwa itu.
”Terkait dengan perkembangan dari penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari bapak presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kami lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata dia pada Minggu (15/3).
Menurut Sigit, anak buahnya tengah mengumpulkan informasi untuk didalami oleh penyidik. Dia menyebut, setiap informasi yang masuk akan didalami satu per satu. Pihaknya juga proaktif membentuk posko pengaduan. Tujuannya untuk menampung informasi yang diberikan oleh masyarakat berkaitan dengan kasus tersebut.
”Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami, kami akan memberikan jaminan perlindungan,” kata dia.
Perkembangan terkait dengan penanganan kasus tersebut akan disampaikan kepada publik secara rutin. Tentu setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang diperoleh Polri. Sigit pun menegaskan kembali, kasus itu mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo. Selain itu, masyarakat luas juga turut memberi perhatian serius.
Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3).
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.
”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
