
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, di sela-sela menjalani sidang dugaan korupsi chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/4). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menyampaikan pernyataan tegas dalam sidang terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Ia menilai, perhitungan kerugian negara dalam kasus tersebut tidak akurat dan cenderung direkayasa.
Nadiem menekankan pentingnya metode perbandingan harga pasar dalam menentukan nilai kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi chromebook.
"Hari ini terbukti secara mutlak bahwa perhitungan kerugian negara itu direkayasa, sehingga rugi. Saksi dari BPKP dan tim yang melakukan audit kerugian dari BPKP mengaku secara terbuka di sidang tidak membandingkan harga beli chomebook dengan harga pasar," kata Nadiem di sela-sela sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Ia menyoroti bahwa metode yang digunakan oleh auditor tidak mencerminkan praktik umum dalam menentukan kewajaran harga suatu barang. Menurutnya, masyarakat awam sekalipun memahami bahwa perbandingan harga pasar merupakan langkah mendasar sebelum menyimpulkan suatu pembelian terlalu mahal atau tidak.
"Sekarang bayangkan, kita semua tidak perlu pakar untuk tahu mau beli gadget, mau beli HP untuk mengetahui harganya itu kemahalan atau tidak, tentu akan diperbandingkan dengan harga pasar, tentu kita cek toko A toko B toko C, ini tidak dilakukan BPKP secara sengaja. Mereka sengaja menggunakan perhitungan cost accounting, jadi harga produksi ditambah-tambah dengan asumsi wajar mereka sendiri," tegas Nadiem.
Ia menyebut, pendekatan tersebut justru membuka ruang manipulasi data. Ia menekankan, tanpa pembanding harga pasar, angka yang dihasilkan dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan dan berpotensi menyesatkan kesimpulan audit.
"Saya ingin menyampaikan hari ini terbukti bahwa audit kerugian BPKP yang menyebut kerugian Rp 2 triliun itu ternyata rekayasa, karena BPKP menggunakan perhitungan kemahalan harga laptop tidak dibandingkan dengan harga pasar, bayangkan mau ngukur kemahalan harga laptop tapi tidak bandingkan dengan pasar, kenapa itu bisa terjadi? Karena kalau dibandingkan dengan harga pasar terbukti ada penghematan anggaran chromebook diibeli di bawah rata-rata harga posar dengan spek yang sama," tuturnya.
Nadiem menegaskan, fakta yang terungkap di persidangan menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam metodologi audit yang digunakan. Ia menilai, jika pembandingan dengan harga pasar dilakukan, hasilnya justru akan menunjukkan efisiensi, bukan kerugian.
"Jadi mereka kalkulasi, namanya metode rekalkulasi artinya bukan nyata dan pasti artinya rekayasa, harga wajar yang ditentukan BPKP Rp 4,3 juta itu tidak ada di survei harga, dia tidak eksis, tidak nyata. Jadi dia menggunakan suatu angka yang tidak ada di pasar," ungkapnya.
Karena itu, Nadiem menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses audit keuangan negara. Ia berpendapat, metodologi yang digunakan harus dapat diuji dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun praktis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022