Ilustrasi pelecehan seksual anak. (Freepik)
JawaPos.com - Keresahan melanda lingkungan Universitas Budi Luhur (UBL). Ratusan mahasiswa hadiri diskusi terbuka untuk menuntut keadilan. Fokus utama mereka satu, dosen terduga pelaku pelecehan seksual berinisial Y harus segera dipecat secara permanen.
Mahasiswa menilai, sanksi nonaktif selama enam bulan yang diberikan kampus saat ini jauh dari kata cukup, apalagi fakta di lapangan menunjukkan terduga pelaku masih bebas berkeliaran di area kampus UBL.
Wakil Ketua BEM Universitas UBL Zefanya Evandie Rifai menegaskan, gerakan ini adalah murni aspirasi organik dari mahasiswa tanpa intervensi pihak luar. Target utama mahasiswa saat ini adalah memastikan lingkungan kampus bersih dari predator seksual.
"Tujuan kami jelas, tujuan kami adalah goals ini untuk ruang aman dan juga nama baik (Universitas)," ujarnya kepada JawaPos.com di lokasi, Selasa (14/4).
Terduga Pelaku Masih Bebas di Kampus?
Salah satu poin yang memicu kemarahan mahasiswa adalah ketidakkonsistenan kampus dalam menerapkan sanksi nonaktif. Meski secara administratif Tri Dharma-nya dicabut, terduga pelaku dilaporkan masih terlihat mengikuti berbagai agenda resmi kampus.
Mulai dari menghadiri perayaan ulang tahun UBL, memberikan pengarahan kepada organisasi dan lainnya.
Ia mempertanyakan sistem monitoring dari pihak rektorat terkait hal ini. Menurutnya, keberadaan terduga pelaku di lingkungan kampus sangat mengganggu psikologis mahasiswa.
"Yang kita pertanyakan adalah terduga pelaku masih ada di lingkungan kampus. Terduga pelaku masih menghadiri ulang tahun Budi Luhur. Terduga pelaku masih melakukan kegiatan briefing di salah satu organisasi yang ada di kampus ini," ungkapnya.
Fenomena Gunung Es: Korban Baru Mulai Bersuara
Diketahui, saat ini terdapat dua alumni berinisial W dan L melaporkan tindakan serupa yang dilakukan oknum dosen yang sama. Hal ini mematahkan klaim awal pihak kampus yang menyebut belum menemukan korban lain.
Kuasa hukum korban, Pahala Manurung, menyebutkan bahwa selama ini banyak korban memilih bungkam karena tekanan psikologis dan rasa takut akan masa depan akademik mereka.
"Ada kekhawatiran dia takut enggak berhasil kuliahnya atau kekhawatiran nilainya kurang bagus dan lain sebagainya, sehingga baru dia speak up sekarang," ujar Pahala.
Jawaban Rektorat: Tunggu Putusan Inkrah

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
