Ketua Ombudsman Hery Susanto. (Ombudsman)
JawaPos.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menangkap Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto. Dia ditangkap oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola tambang.
Berdasar informasi dari laman resmi https://ombudsman.go.id/, Ombudsman di Indonesia lahir atas tuntutan reformasi. Kelahiran Ombudsman merupakan salah satu bagian dari ikhtiar Pemerintah Indonesia melahirkan pemerintahan yang bersih, transparan, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
”Pemerintah pada saat itu melakukan beberapa upaya perubahan untuk menampung aspirasi masyarakat, salah satunya dengan membentuk lembaga pengawasan Penyelenggaraan Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 tentang pembentukan Komisi Ombudsman Nasional tertanggal 10 Maret 2000,” bunyi penjelasan Ombudsman.
Di Indonesia, kedudukan Ombudsman diperkuat lewat penandatanganan Undang-Undang (UU) Nomor 37 Tahun 2008 tentang ORI. Dengan adanya Undang-Undang tersebut, institusi yang semula bernama Komisi Ombudsman Nasional berubah menjadi Ombudsman Republik Indonesia.
”Kemudian, dibentuk juga Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Undang-Undang ini dibentuk untuk menciptakan kebaikan, menjamin keadilan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat atau good governance dan clean governance,” lanjut Ombudsman.
Sebagai salah satu lembaga negara, Ombudsman punya kewenangan mengawasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Utamanya yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Hukum Milik Negara, serta Badan Swasta atau perorangan.
”Ombudsman merupakan lembaga negara yang bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan organik dengan lembaga negara dan instansi pemerintahan lainnya, serta dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan kekuasaan lainnya,” terang Ombudsman.
Penangkapan Hery Susanto dikonfirmasi oleh Direktur Penyidikan JAM Pidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi. Dia menyampaikan bahwa Hery kini sudah dijadikan sebagai tersangka oleh Kejagung. Dia diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang terjadi pada 2013-2025.
”Tim Penyidik Jampidsus telah menetapkan Saudara HS (Hery Susanto) sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan tata kelola niaga pertambangan nikel tahun 2013 sampai 2025. Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik memperoleh bukti yang cukup melalui serangkaian tindakan penyidikan, penggeledahan, dan lain-lain,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
