
Terdakwa perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjalani sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (29/4). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sidang perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus bakal berlanjut pada Rabu (6/5) dengan agenda pemeriksaan saksi. Keempat terdakwa yang berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI langsung menerima dakwaan tanpa mengajukan eksepsi atau nota pembelaan.
Keputusan itu diambil dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta hari ini (29/4). Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto selaku hakim ketua dalam persidangan tersebut bertanya secara langsung kepada para terdakwa.
Yakni terdakwa 1 Serda (Mar) Edi Sudarko, terdakwa 2 Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, terdakwa 3 Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetya, terdakwa 4 Lettu (Pas) Sami Lakka. Dia menyatakan bahwa para terdakwa berhak mengajukan eksepsi atas dakwaan yang sudah dibacakan.
”Intinya berhubungan dengan rangkaian peristiwa, kronologis, dalam surat dakwaan itu yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, itu saudara bisa melakukan bantahan nanti dalam bentuk eksepsi. Silakan konsultasi dengan penasehat hukum apakah mengajukan eksepsi atau tidak dipersilakan merapat,” kata Fredy.
Setelah berdiskusi dengan penasihat hukum, para terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Menurut penasihat hukum, langkah itu diambil karena para terdakwa sudah mengerti dan memahami seluruh isi surat dakwaan yang sudah dibacakan oleh oditur militer.
”Para terdakwa ini telah mengerti dan memahami sehingga kami tidak melakukan eksepsi dan kami melanjutkan persidangan, terimakasih majelis,” ucap penasihat hukum terdakwa.
Hakim ketua lantas menegaskan ihwal pilihan tersebut. Penasihat hukum dengan tegas menyatakan bahwa klien-kliennya tidak mengajukan eksepsi. Karena itu, sidang berikutnya langsung masuk ke dalam agenda pemeriksaan saksi. Total ada 8 saksi yang bakal dihadirkan oleh oditur militer.
”Kita jadwalkan di bulan Mei, Rabu tanggal 6 (Mei 2026), saudara (oditur militer) panggil semua saksi, nanti kita periksa simultan. Dengan harapan 8 saksi itu bisa kita periksa secara bersama-sama supaya bisa saling mengkonfirmasi,” terang Fredy.
Dalam sidang tersebut, para terdakwa didakwa melakukan pelanggaran Pasal 469 ayat (1) subsider Pasal 468 ayat (1), lebih subsider Pasal 467 ayat (1) juncto ayat (2) juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022