
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Ibrahim Arief alias Ibam Bersama istrinya usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Langkah hukum berani diambil oleh pihak Ibrahim Arief alias Ibam dalam menghadapi vonis kasus korupsi Chromebook. Tak sekadar menyatakan banding, tim kuasa hukum Ibam bakal mengajukan permohonan pemeriksaan ulang perkara secara menyeluruh di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Kuasa hukum Ibam Afrian Bondjol menuturkan, adanya perbedaan pendapat atau dissenting opinion dari dua hakim anggota dalam putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, merupakan modal kuat. Hal ini menunjukkan adanya keraguan besar dalam vonis yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama.
"Dan kita di kesempatan ini juga kita akan mengajukan permohonan untuk diperiksa ulang di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Jadi kita tidak hanya minta banding, kita juga akan mengajukan permohonan untuk diperiksa ulang perkara ini di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," ujar Afrian Bondjol di Jakarta Selatan, Rabu (13/5).
Baca Juga:Kakorlantas Irjen Agus Ingatkan Polantas Jaga Marwah Institusi, Beri Layanan Humanis kepada Rakyat
Menurutnya, pemeriksaan ulang ini memungkinkan Pengadilan Tinggi tidak hanya memeriksa berkas memori banding, tetapi juga memanggil kembali para saksi dan ahli.
"Nanti majelis akan periksa ulang saksi, dokumen, berkas, ahli yang dirasa perlu. Jadi kita minta jadi nanti seperti sidang di Pengadilan Negeri lagi," tambahnya.
Dasar Keraguan Hakim: Vonis Jauh di Bawah Tuntutan
Afrian menyoroti ketimpangan antara tuntutan jaksa dan vonis hakim yang dianggapnya sebagai bentuk keragu-raguan. Sebagai informasi, Ibam dituntut 15 tahun penjara namun divonis 4 tahun penjara. Sementara untuk tuntutan lainnya sebesar 7,5 tahun, Ibam justru diputus nihil karena tidak terbukti.
"Artinya apa? Di sini ditambah ada dissenting dua orang hakim itu ya, artinya di sini ada keragu-raguan majelis di tingkat pertama dalam memutus perkara ini. Artinya apa? Ketika majelis ragu-ragu dalam memutus ya harusnya memberi keputusan bebas," tegas Afrian.
Ia meyakini bahwa dissenting opinion dari hakim Eryusman dan Andi Saputra adalah modal kuat untuk membalikkan keadaan di tingkat banding.
Ibam Kutip Pernyataan Presiden Prabowo: Jangan Ada Keraguan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022