
Paula Verhoeven. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemeriksaan sejumlah influencer atau pemengaruh dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah Haninia Travel terus berlangsung.
Kali ini, giliran Komika Praz Teguh dan model Paula Verhoeven yang dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (11/6).
Menurut Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru, Praz Teguh dan Paula Verhoeven sama seperti pemengaruh lain seperti Keanu Angelo, Thariq Halilintar, dan Aaliyah Massaid yang sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
”Seperti saksi-saksi yang berprofesi sebagai influencer kemarin, pada intinya pemeriksaan menyangkut pada peristiwa yang dialami, yang ada hubungannya dengan Hanania Travel, yang ada hubungannya dengan proses endorse yang terjadi,” kata Kompol Andaru.
Baca Juga:Ketua Komisi D Sebut Penghentian Open Dumping jadi Momentum Benahi Tata Kelola Sampah di Jakarta
Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya mendapati fakta bahwa para pemengaruh tersebut mendapatkan fasilitas umrah gratis dari Hanani Travel dengan sistem barter. Yakni melakukan publikasi atau promosi mengenai perusahaan travel tersebut lewat media sosial masing-masing.
”Kerja sama dalam bentuk Hanania Travel memberikan umrah kepada para influencer, kemudian para influencer menghadiri umrah itu secara gratis karena fasilitas tadi. Kemudian para influencer memberikan tanggapan momennya, meng-upload itu ke sosial medianya,” ucap Andaru.
Dalam pemeriksaan hari ini, semula hanya Praz Teguh yang dijadwalkan untuk datang. Namun, Paula Verhoeven yang telah diagendakan menjalani pemeriksaan besok (12/6), meminta agar pemeriksaan dilakukan lebih awal. Sehingga dia juga datang ke Polda Metro Jaya hari ini.
Dalam kasus tersebut, Polda Metro Jaya sudah menetapkan tersangka dan menahan direktur utama PT Khazanah Tamma Internasional yang menaungi Hanania Travel berinisial ASF. Dia diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya kombes Budi Hermanto menyebut, pihaknya sudah menerima beberapa laporan dengan jumlah korban mencapai 128 orang. Kerugian yang dialami oleh para korban akibat perbuatan tersangka mencapai angka Rp 12,145 miliar.
”Perkara sudah naik ke tahap penyidikan. Penyidik telah memeriksa 33 orang saksi dari para pelapor maupun korban yang terdata,” ucap Budi kepada awak media pada Sabtu (30/5) lalu.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
