
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan keterangan kepada awak media pada Jumat (19/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap jalur peredaran narkotika jaringan Fredy Pratama. Malaysia menjadi jalan masuk narkoba yang dioperasikan oleh Fredy Pratama dari Thailand. Informasi tersebut diungkap setelah polisi menangkap Frans Antoni.
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Frans Antoni membantu Fredy Pratama mengendalikan jejaring bandar dan pengedar di Indonesia. Mereka terus beroperasi meski Fredy sudah lama melarikan diri ke luar negeri.
”Narkoba itu diduga kuat masuk dari Malaysia dan Thailand melalui jalur laut dan darat yang ilegal. Dimana setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah mulai dari 100 kilogram sampai dengan 500 kilogram,” terang Eko kepada awak media.
Oleh Fredy Pratama, Frans Antoni mendapat kepercayaan untuk mengurus uang dari transaksi narkoba di Indonesia. Sejak 2017-2023, dia bolak-balik Indonesia-Thailand ratusan kali untuk mengangkut dan menyerahkan uang kepada Fredy Pratama.
Berdasar catatan polisi, Frans Antoni masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak 2023. Tidak hanya itu, Frans Antoni tercatat pernah dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan berdasar putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin dalam kasus narkoba.
”Fakta ini menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah residivis yang telah lama bergelut dalam dunia peredaran gelap narkoba,” imbuhnya.
Untuk itu, Eko memastikan, pihaknya akan memeriksa Frans Antoni secara intensif. Pihaknya juga akan terus melakukan pengembangan penyidikan. Tujuannya untuk mengungkap seluruh aliran dan serta jejaring pendukung Fredy Pratama yang masih beroperasi di Indonesia.
”Kami akan memastikan seluruh aktor yang terlibat dalam sindikat ini diproses secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.
Bersama Fredy Pratama, Frans Antoni mengendalikan peredaran narkoba di beberapa kota besar di Indonesia sejak 2009. Mulai kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi. Meski Fredy Pratama sudah kabur ke luar negeri sejak 2014, jejaring Fredy Pratama tetap eksi mengedarkan narkoba.
Setelah ditangkap di Malaysia, Frans Antoni diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-821. Berdasar pantauan di Gedung Bareskrim Polri dia tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah turun dari mobil, Frans Antoni langsung dibawa ke ruang tahanan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
