
Para korban melaporkan KoinWork ke Bareskrim Polri. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebanyak 114 orang melaporkan perusahaan peer to peer lending, KoinWork ke Bareskrim Polri atas dugaan penggelapan dana. Laporan ini sebagai tindak lanjut pengehakan hukum yang dilakukan Kejati DKI Jakarta. Dari jumlah korban ini kerugian sekitar Rp 30 miliar.
Laporan ini teregister dengan Nomor LP: STTL/280/VI/2026/BARESKRIM. KoinWork disangkakan melanggar pasal Pasal 45 A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 607 Ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP
Perwakilan korban, Tony Kosasih mengatakan, sebagai lender mereka telah mengalami penahanan dana sejak 2024. Upaya mediasi selama ini tidak membuahkan hasil.
"Kami juga lender-lender ya sudah melakukan berbagai usaha sebelumnya, termasuk mengirimkan laporan ke OJK, ada yang sudah apa ya, banyak yang mengirimkan juga komplain langsung kepada PT Lunaria Annua Teknologi lewat email, lewat berbagai channel, sudah mendatangi kantornya," ucap Tony kepada wartawan, Jumat (26/6).
Tony menuturkan, sejumlah korban lainnya sudah membuat laporan terlebih dahulu di tingkat Polda. Menurutnya, pihak KoinWorks telah memberikan kejelasan bahwa tertahannya uang para lender dikarenakan kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati DKI Jakarta.
KoinWorks mengaku tertipu seseorang berinisial MT yang mengajukan pinjaman menggunakan identitas orang lain.
"MT ini selaku borrower dan mereka memberikan pinjaman itu lewat MT, ternyata KTP-KTP yang digunakan untuk peminjaman itu ternyata KTP palsu. Jadi, ada sekitaran 270 sekian KTP palsu yang peminjamannya melalui MT ini," imbuhnya.
Pelapor telah menyerahkan barang bukti berupa tangkapan layar dari aplikasi maupun email perjanjian sebagai lender. Dalam situasi gagal bayar, terdapat ketentuan jaminan asuransi akan didapat lender.
"Dari 114 orang sejauh ini yang data masuk itu ada puluhan miliar, di kisaran Rp30-32 miliar, total kerugian ya," pungkas Tony.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022