Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 23.05 WIB

Kapolri Beri Kenaikan Pangkat untuk Aipda Yudhie Perdana Putra Pasca Gugur dalam Tugas Penangkapan Bandar Narkoba

 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (Polri)

JawaPo.com - Aipda Yudhie Perdana Putra mendapat kenaikan pangkat anumerta dari Polri. Kenaikan pangkat tersebut diberikan setelah personel Polres Katingan tersebut gugur dalam penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Aipda Yudhie. Menurut dia, korban pantas mendapatkan penghormatan terbaik dari Korps Bhayangkara. Karena itu, Polri memberikan kenaikan pangkat anumerta.

”Mewakili institusi saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya dan juga seluruh keluarga besar almarhum. Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa,” ucap Jenderal Sigit pada Jumat (3/7).

Peristiwa yang dialami oleh Aipda Yudhie dipastikan tidak menyurutkan semangat Polri untuk memberantas narkoba. Sigit menegaskan perang melawan bandar dan pengedar narkoba di seluruh Indonesia terus berlangsung. Dia meminta jajarannya tidak ragu melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku peredaran gelap narkoba yang berusaha melawan saat ditindak.

”Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum, apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” tegasnya.

Sigit menyatakan bahwa bandar dan pengedar narkoba merupakan penghancur generasi penerus bangsa. Untuk itu, mereka harus diperangi, diberantas, dan ditumpas. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang masa depannya rusak akibat terpapar narkoba.

”Mereka adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalteng menyebabkan seorang polisi gugur. Pasca peristiwa tersebut, Bareskrim Polri langsung turun tangan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan bahwa anak buahnya langsung dikerahkan untuk membantu petugas kepolisian di Kalteng, khususnya di Katingan. Dia mengaku turut merasakan kehilangan setelah Aipda Yudhie Perdana Putra gugur.

”Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika,” ucap Brigjen Eko.

Jenderal bintang satu Polri tersebut menyampaikan bahwa pihaknya ikut turun tangan agar penegakan hukum terhadap bandar narkoba di Kalteng berjalan maksimal. Apalagi, Bareskrim mendapat informasi ada 2 orang personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang.

”Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore