
Kabag Ops Kortas Tipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi menjelaskan modus dan akal-akalan dalam kasus dugaan korupsi serta TPPU pengadaan batubara yang menyebabkan beberapa daerah blackout. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Akal-akalan pengadaan batu bara untuk pemenuhan kebutuhan pasokan di beberapa PLTU kurun waktu 2018-2026 berdampak fatal. Beberapa daerah mengalami blackout atau pemadaman listrik massal. Negara ditaksir merugi hingga Rp 5 triliun.
Menurut Kabag Ops Kortas Tipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu berkaitan dengan blackout lantaran ada hubungan satu sama lain. Terutama dalam modus yang digunakan untuk mengakali pengadaan.
”Jadi, terdapat manipulasi kualitas, kuantitas terhadap batu bara itu sendiri dan juga manipulasi pembayaran. Contoh misalnya kalorinya harusnya sekian ternyata diturunkan sekian, tapi dengan pembayarannya tetap yang hak yang sekian,” kata dia kepada awak media pada Selasa (7/7).
Sampel lainnya adalah akal-akalan kuantitas batu bara. Dari angka semestinya sesuai dengan kontrak dan pembayaran, jumlah yang dikirim tidak sesuai. Akibatnya batu bara yang seharusnya digunakan oleh PLTU untuk menghasilkan listrik tidak tersedia.
”Jadi, begitu dipakai untuk pembakaran, bahan bakar untuk PLTU, ternyata cepat habis. Yang seharusnya misalnya umurnya sekian lama, ternyata hanya cukup sekian lama. Nah, kekurangan itulah yang menyebabkan blackout,” ucap dia.
Setelah terbit Laporan Polisi Nomor: LP/A/6/VII/2026/KORTASTIPIDKOR POLRI, tanggal 4 Juli 2026 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/63/VII/RES.3.1./2026/Kortastipidkor, tanggal 4 Juli 2026, kasus tersebut naik dari penyelidikan ke penyidikan. Kini pemeriksaan saksi mulai berjalan.
”Kami sedang melaksanakan pengumpulan bukti-bukti. Jadi, nanti siapa pun yang terlibat dapat diminta pertanggungjawaban pidananya, pasti tidak akan dapat lolos dari pemeriksaan kami. Ditunggu, sabar saja, penyidik sedang bekerja keras,” ujarnya.
Lebih lanjut Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penyidikan pada rentang 2018-2026 lantaran dugaan kecurangan sudah terjadi sejak 2018 meski blackout belum lama terjadi. Indikasi pelanggaran aturan itu yang kini ditelisik oleh jajarannya di Kortas Tipidkor Polri.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan secara komprehensif. Termasuk mengumpulkan dokumen, keterangan, dan melakukan analisis awal terhadap bukti-bukti yang berhasil diamankan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
