
Mantan Kepala Baranahan Kemhan Laksamana Muda TNI (Purn) Leonardi dalam sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (11/8). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Barnahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksamana Muda TNI (Purn) Leonardi mengaku hanya diperintah atasan dalam pengadaan satelit untuk mengisi slot orbit.
Hal itu disampaikannya dalam sidang pleedoi di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (11/8).
Nota pembelaan itu dibacakan atas tuntutan 8 tahun penjara dan denda Rp 750 juta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur. Saat diwawancarai oleh awak media usai menjalani sidang, Leonardi mengaku hanya melaksanakan tugas dari atasannya saat itu.
”Saya hanyalah pelaksana, mandatori, perintah dari atasan saya, bahkan dari presiden. Atasan saya adalah menhan saat itu almarhum Jenderal Ryamizard Ryacudu dan presiden, Pak Joko Widodo,” kata dia.
Menurut Leonardi, hal itu sudah sangat jelas dan terang-benderang. Bahwa pengadaan satelit slot orbit 123 Bujur Timur dilaksanakan atas perintah dari presiden. Dia menekankan bahwa dirinya hanya melaksanakan tugas sesuai dengan mandat.
Purnawirawan perwira tinggi (pati) TNI AL itu menyatakan bahwa selama persidangan berlangsung, tidak ada satu pun fakta yang membuktikan bahwa dirinya sudah bermufakat jahat, apalagi menerima uang dalam proyek tersebut. Dia yakin, negara sama sekali tidak dirugikan dalam kasus tersebut.
”Jadi, begitu saya dituntut oleh oditur militer dengan lamanya 8 tahun saya benar-benar sangat merasa tidak apa ya, ini adalah kezaliman buat saya dan keluarga tentunya,” ungkap dia.
Melalui pledoi yang sudah dia bacakan, Leonardi berharap majelis hakim yang dipimpin oleh Mayjen TNI Arwin Makal itu dapat memutus kasus tersebut secara adil. Sehingga dia bisa dibebaskan dari segala tuntutan. Baik tuntutan penjara maupun denda Rp 750 juta.
”Saya tidak mengerti. Karena mungkin saya dianggap bersalah dan saya harus membayar persidangan ini dengan nilai sejumlah Rp 750 juta yang saya tidak mengerti, dan ini sangat menzalimi saya,” imbuhnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
