
Sebanyak 752 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem Rembang diduga mengalami keluhan kesehatan seperti diare, lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG. (Radar Kudus)
JawaPos.com – Peneliti Center of Economics and Law Studies (Celios) Isnawati Hidayah mendesak pemerintah menetapkan kasus keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kejadian luar biasa (KLB). Langkah itu dinilai penting menyusul banyaknya korban yang muncul selama pelaksanaan program tersebut.
"Jadi yang pertama adalah menetapkan kejadian ini menjadi KLB ya atau kejadian luar biasa keracunan pangan karena MBG begitu. Karena ini sudah 20 bulan implementasi MBG dan korbannya itu sudah mencapai lebih dari 43.000, begitu," kata Isnawati kepada JawaPos.com, Selasa (8/9).
Menurut Isnawati, pemerintah juga perlu memastikan korban mendapatkan pendampingan serta bantuan, baik secara finansial maupun nonfinansial, hingga benar-benar pulih dari dampak keracunan.
Dia menilai pemerintah perlu membuat skema khusus untuk menangani biaya yang harus ditanggung para korban. Sebab, saat ini mekanisme penanganan biaya medis korban keracunan masih berbeda-beda.
"Di mana ketika mendapatkan musibah keracunan masyarakat itu kan ada yang menanggung sendiri biaya medisnya, ada yang dicover BPJS, ada yang mungkin mendapat santunan, ada yang dibantu pemda dan lain sebagainya. Jadi melihat ini pemerintah harus membantu ya, full recovery sampai sembuh begitu," terangnya.
Minta Sumber Keracunan Diusut
Selain memastikan pemulihan korban, Isnawati meminta pemerintah mengusut secara menyeluruh sumber persoalan yang menyebabkan terjadinya keracunan dalam pelaksanaan MBG.
Baca Juga:Persija 7 Tahun Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget dan Beri Jawaban Menegejutkan!
Menurut dia, penegakan hukum perlu dilakukan apabila hasil pengusutan menemukan adanya pelanggaran yang memenuhi unsur pidana.
Isnawati juga menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG, termasuk kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Terutama dari pucuk kepemimpinan BGN, terbukti mereka tidak capable menjalankan tugasnya dan BGN gagal menjalankan tugas untuk memberikan makanan bergizi yang aman untuk anak-anak kami," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022